Connect with us

Politik

Salah Kaprah Tuding Prabowo Subianto Anti Pancasila

Published

on

Prabowo Subianto bersama pasukan baret merah di medan tempur. (FOTO: ilustrasi/istimewa)

Prabowo Subianto bersama pasukan baret merah di medan tempur. (FOTO: ilustrasi/istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Salah kaprah tuding Prabowo Subianto anti Pancasila. Pancasila bagi Prabowo Subianto adalah kontrak mati. Sebagai manusia yang sudah masuk tentara diumur 18 tahun, tentara di usia remaja tersebut sudah disumpah sampai mati setia pada Pancasila.

Antara indoktrinasi versus edukasi, Prabowo meyakini bahwa peluang mendidik manusia-manusia Indonesia menjadi Pancasilais sejati dapat dilakukan sejak pendidikan usia dini sampai ke universitas.

Baca juga: LSI Denny JA Klaim Prabowo Tak Konsisten Perjuangkan Pancasila

Pancasila menurut Prabowo adalah sebuah keyakinan yang bersifat historis sebagai falsafah bangsa. Tanpa falsafah itu tiada Negara Indonesia. Bagaimana menanamkan Pancasila kepada rakyat tanpa indoktrinasi? Versi non indoktrinasi, menurut Prabowo adalah via pendidikan. Edukasi terhadap manusia-manusia Indonesia dilakukan sejak pendidikan usia dini sampai ke universitas.

Tidak kalah pentingnya adalah tauladan para elit negeri. Keduanya, edukasi dan tauladan pemimpin bisa sama nilainya dengan indoktrinasi. Sebuah ideologi ditularkan memang harus mendekati indoktrinasi.

Baca juga: Prabowo Siap Hadapi Siapapun yang Ingin Merubah Pancasila

“Jika tanpa tauladan, melainkan memecah belah rakyat, seperti elit rezim saat ini, penyebaran Pancasila akan gagal. Sebab, Pancasila adalah doktrin persatuan nasional, semua suku dan agama harus dianggap sama haknya dan equal, bukan dipecah belah,” kata Direktur Sabang Merauke Ciecle (SMC), Syahganda Nainggolan, Senin (1/4/2019).

Sekali lagi, kata dia, yang dikedepankan Prabowo nantinya adalah satu kata dan perbuatan. “Itulah yang namanya tauladan pemimpin,” ucapnya.

Baca juga: Masyarakat Merauke Gembira Sambut Prabowo, Foto-Foto Ini Buktinya

Lebih lanjut, tambah Syahganda, Prabowo juga memberitahukan bahwa khilafah hanyalah isu pepesan kosong.

“Namun, Prabowo yakin bahwa Islam dan Pancasila bukan suatu yang perlu dikontestasikan. Tidak ada juga bagi Prabowo isu menghapus tahlilan,” ujarnya.

(eda)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler