Connect with us

Budaya / Seni

Sakit yang Dikirim Surga

Published

on

Sakit yang Dikirim Surga. (FOTO: Genius)

Sakit yang Dikirim Surga. (FOTO: Genius)

Puisi Ni’matun Khasanah

Sakit yang Dikirim Surga

Sepi memberi salam pada malam
Merangkul tubuh kering yang menggigil
Rintih kesakitan memanggil
Selamat datang
Tubuh mungil ini berlumur darah
Perlahan mengaliri tangan
Menyatu dan membaur dalam tawa
Mata yang tak terpejam berkaca-berkaca
Mengobati sakit yang dikirim surga

Purwokerto, 4 Maret 2018

Kursi-Kursi Bisu

Puluhan kursi berbaris rapi
Menunggu langkah kaki yang
Suaranya makin menjadi
Lalu lewat pintu kirimkan cahaya pagi
Sampaikan salam dari angin sepi
Yang tadi malam sempat mampir

Langkah kaki terdengar mendekat
Lekas berjajar rapi di sela-sela kaki kursi
Sekedar mengulur detik lekas pergi
Kursi-kursi ini pun jadi saksi
Begitu bisunya kedatanganmu

Purwokerto, 28 Maret 2018

Tanya Angin Kepadaku

Angin sore ini membawa debu dan tanya
Siapa diriku?
Bunga layu tumbuh di tanah gersang
Bersahabat debu dan ilalang

Kukabarkan terik belum bosan bertandang
Padahal yang kunanti hujan dan kumbang

Hingga berabad akarku mengakar
Belum terasa air menyentuhnya
Sudah hampir jatuh mahkota yang kukenakan
Belum juga kumbang temaniku bertakhta
Tetes hujan dan derik kumbang
Kuminta sebelum mati memintaku

Purwokerto, 26 Maret 2018

Ni’matun Khasanah lahir di Banyumas, 11 Desember 1998. Dia adalah alumni SMK N 1 Purwokerto, jurusan Administrasi Perkantoran tahun 2016. Saat ini tengah menempuh pendidikan S1 di IAIN Purwokerto, Fakultas Dakwah Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam. Aktif di beberapa organisasi seperti LPM Obsesi dan UKM PIQSI, dan juga mengikuti Sekolah Kepenulisan STAIN Press. Dia mempunyai kebiasaan begadang nonton drakor (drama korea) dan hobinya adalah berimajinasi. Puisinya berjudul “Gaungan Rindu Kelabu” menjadikannya sebagai 100 penulis terpilih dalam lomba cipta puisi tingkat nasional bertema “arti rindu sebenarnya” yang diselenggarakan oleh Cipta Puisi Nasional, dan dua cerpen serta satu puisinya masuk sebagai semifinalis dalam lomba kepenulisan yang diselenggarakan oleh Penerbit Qalifa Media. Alamatnya di Jalan Protokol 15 Karangnanas RT 01 RW 05, Kec. Sokaraja, Kab. Banyumas. Saat ini dia berdomisili di PPM El-fira 1 Jl. Achmad Yani Gg.VII No. 43, Kebon Bayem, Purwanegara, Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Baca Juga:  Turun Dapil, Pranaya Yudha Beber Cara Pemprov Jatim Untuk Bantu Terdampak Covid-19

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Loading...

Terpopuler