Connect with us

Puisi

Sajak-sajak Ulfatul Khoolidah

Published

on

puisi novy noorhayati syahfida, novy noorhayati syahfida, nusantaranews, nusantara news, puisi indonesia, puisi penyair indonesia, puisi nusantara, puisi pekerja, puisi perjalanan, sekuntum teratai, puisi bunga, puisi teratai

Perjalanan di kala senja. (Foto: Ilustrasi/kilatfintech.com)

Sajak-sajak Ulfatul Khoolidah

 

Sajak Rantau

Terbuka pintu asa
Mentari bisikan kekuatan
Akhir fase menjadi awal
Bulat tekad mengajak langkah kaki, berjuang

Salamku pada mama bapa
Berat tetap kutitipkan doa
Berbekal yakin menembus sukma
Belajar jadi manusia dewasa

Kukarung setiap lintas kehidupan
Bertahan di badai kelelahan
Menepi dalam kesendirian
Panas hujan tak dihiraukan

Jalan ini bukan tanpa tujuan
Jalan ini bukan tanpa alasan
Jiwa muda harus digelorakan
Sukses saat pulang

Cita cinta, rindu, dan kembaliku
Berlabuh ketenangan pada tanah kelahiran
Bersua ramai di gubuk desa kehangatan

Tunggu kembali, anakmu

Purwokerto, 9 April 2019

 

Siklus

Jatuh serbuk tersiram air surga
Tumbuh dalam buaian bunda
Bernyawa
Berproses ia
Kala mentari menguatkan tulang
Hujan mengoyak kulit
Angin goncangkan niat
Bertahan menjadi, kuat
Jalankan ujian labirin kehidupan
Hidup kau sampai
Bermuara di surga

Purwokerto, 16 Maret 2019

 

Mentari Pergi

Bernafas pada
Dimensi berbeda
Timbul cahaya, sekejap
Berjalan di
Ufuk timur raya
Jelas ku kenal langkahnya
Berhenti menghampiri, gubuk insani
Awak datar tak beri arti
Padahal logika tidak jua memanggil kesini
Pun memakumu untuk tak pergi, dusta
Gejolak melodi terbungkam
Merintih lirih
Kubekap dibalik jendela
Alam sadar memenjarakan ia
Bukan, siapa-siapa

Purwokerto, 16 Maret 2019

 

Sajak Kenang

Ia menggenang
Di antara rerumputan lapang
Ia membekas
Dalam memori tanpa batas
Realita hari
Angin tlah membawa
Ia pergi
Tak peduli, sendiri
Mengenang ingatan, sepi

Purwokerto, 16 Maret 2019

 

Koin Jiwa

Terselubung gemuruh wajah datar
Sunyi tetap saja terdiam
Mengais jati diri, samar
Coba goreskan lembaran sejarah kehidupan

Baca Juga:  Soeprapto: Untuk “Pedagogy Authority” LPPKB Merasa Bertanggung Jawab

Sedetik, amnesia
Terbalut bumbu bujuk rayu merah
Goyahkan segenap prinsip jiwa
Habiskan memori sementara

Sedetik, tidak
Terbit ialah jawaban alam
Agar jiwa teguh berpijak
Tak larut bersama cairan empedu

Sedetik amnesia
Sedetik tidak
Tidak, ombak dapat menyesatkan arah!
Tidak, sujud telah terwujud

Mengapa ia tiba
Saat nyawa di penghujung perjuangan
Tidak, biarkanlah berlari
Bertahanlah, menepilah

Cukup ingat kelak
Pada siapa tumpahan warna
Pernah ditorehkan
Pada siapa canda
Pernah mengisi ruang
Di senja harap kan kembali
Tenang

Purwokerto, 16 Maret 2017

 

Cikal

Hidupnya penuh makna
Hidup ia seribu tahun lamanya
Hiduplah bermanfaat bagi semua

Akar menjelma obat
Batang menopang atap
Daun buat ketupat
Buah memproses seratus aneka

Sebut saja mana yang tak berguna
Di bumi manapun tumbuh sempurna
Segenap cuaca tak mematahkan hidupnya

Tumbuhlah menjadi tunas bangsa

Purwokerto, 16 Maret 2019

 

Abdiku

Satu per satu berlalu
Tinggalkan jejak tanpa mengukur jarak
Kebahagiaan kecil telah didapat
Tinggalah nama yang tersurat

Tunas kecil beradu bersama waktu
Sedang kaupun bergelut di ruang asamu
Insan hanya bertumpu satu
Inilah secuil tangga mimpiku

Purwokerto, 16 Maret 2019

 

Ulfatul Khoolidah. Mahasiswa IAIN Purwokerto Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam.

 

 

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected]

Loading...

Terpopuler