Connect with us

Puisi

Sajak-sajak Sinta Dila Assalma

Published

on

intuisi, sebuah cerpen, dimas ridho wahyu santoso, cerpen indonesia, cerpenis indonesia, nusantaranews

Intuisi, Sebuah Cerpen. (Painting by Leonid Afremov)

Mak

Sayup-sayup terbuka
Lembar-lembar garis angka
Selalu kuhitung
Pulang mak
Meletup sudah kalbuku ini
Degup rindu mengiang namamu
Resah sendu setiap pilu tanpa belaimu

Purwokerto, 24 Agustus 2019

 

September

Rintik-rintik kelabu balai kota
Diam, senandung pelikan bersuara
Menyusup sela-sela kaca
Tabir suryaMu membias suka cita
Kubuka satu dua penopang rasa
Aduhai menari-nari iramanya
Cuit-cuit menepis berita
Bahagia di september pagi buta

Purwokerto, 1 September 2019

 

Lantunan Sepertiga

Detik-detik terpaku
Sepertiga malam menyahut kelu
Tundukan sunyi tanpa lirih
Bening-bening runtuh atas sabdaMu
Mengahap pangkuan ridhoMu
Di antara angin-angin pintu
Yang merintih menjadi kekasih
Di rumah surgaMu

Purwokerto, 3 September 2019

 

Kau Tau

Binarnya mentari pagi
Mendekap hangat sendi-sendi ini
Kau tau
Saut-saut kicau burung menyanjung
Malu-malu ia menyapamu
Rerumputan bergoyang merdu
Anggrekpun tunduk pesonamu
Kala secangkir teh yang kau suguhkan cemburu
Menatap kita yang saling jatuh dibawah langit biru

Purwokerto, 1 September 2019

 

Sebelah Tangan

Sejarah pada kayu terukir
Takdir yang menyingkap bait tanpa syair
Lembar sumpah diatas tinta
Kau hanyutkan tanpa sapa pada Sinta
Saat-saat nadamu langitkan namanya
Kuat-kuat bendungan ini terjaga
Apa daya
Sebelah tangan linangkan air mata

Purwokerto, 4 September 2019

 

Pesan Ibu

Berangkatlah!
Janjimu mencabut Semeru dari akarnya

Pergilah!
Kau bungkus pelangi-pelangi itu disana

Kejarlah!
Mimpi-mimpi yang kau impikan

Jangan takut!
Bernaung dalam nafas yang selalu kusebut
Basuh kabul Tuhanmu akan takluk

Purwokerto, 9 September 2019

 

Dunia

Tenggelam di barat sana
Poros dunia yang Kau susun sedemikian rupa
Terselimuti pelangi senja
Sahut-sahut surau menggema
Mengetuk jeruji dunia yang durhaka
Palingkan mereka menghadap kekasihNya
Berserah dalam tunduk kelemahan dosa
Kabut nestapa deras tanpa daya
Menyanjung lewat untaian zikir dan doa

Baca Juga:  Mahasiswa Lokomotif Moderasi Beragama di Kampus

Purwokerto, 10 September 2019

 

Hilang

Menyalam secarik kata
Tanpa koma mengekang dawai pada cerita
Lambat laun tersirat makna
Jelmaan qalbi bertahta rupa

Direkanya impian para pujangga
Macam dongeng Rama Sinta

Ya Tuhan, sebait makhabbah kupersembahkan
Secepat titik kau hentikan
Layak sepasi di pisahkan
Ke haribaanMu Kau kembalikan
Mengangkatnya kembali kepangkuan

Purwokerto, 12 September 2019

 

Surga Dunia

Sembari angin menepuk bibir
Lantang getir endusan kening
Tanpa busana rupa-rupa
Elok gemulai sapuan lakunya

Menepis roma tumbuh dimana-mana
Surga dunia satu nyawa
Hisap-hisap paras meronta
Ingin lenyap tapi tak sempat

Susuri telapak engap-engap
Puncak itu ku cegat sekarat
Nikmat indera meraba fana
Gundukan Sakub aku cerita

Paguyangan, 20 September 2019

 

Pendatang

Nyenyak diselimuti kelam
Bulan purnama telah menjelma
Keharusan bersyukur atas cipta
Kuasa cinta di atas tahta panaroma
Wahai utusan pendatang
Tuan membawa sang kedamaian

Paguyangan, 21 September 2019

Loading...

Terpopuler