Connect with us

Puisi

Sajak-sajak Mita Setya Kusuma

Published

on

cermin, puisi, mendengar kesahku, ulfade, kumpulan puisi, nusantaranews

ILUSTRASI. (Foto: Istimewa)

Detik Rapuh Menuju Roboh

Langit akhlak telah roboh di negeri ini
Dimana sudah lemas tuk berdiri
Sungguh miris hingga kini
Hingga jadi begini
Negeri ini sesak akan tipu menipu
Tangan usil melipat tak segan ragu
Yang penting terisinya saku
Ditengah perih tak tahu aku
Harus berbuat apa
Berat terasa di rongga dada
Melihat binaran nestapa
Beginilah cuaca bangsa
Berapa lama lagi menahan pilu
Orang kecil hanya mampu menunggu
Beranjak dari lingkaran luka sukarkah itu?
Ingat tuhan itu maha tau
Apalagi yang akan dirampas dari hak kami?
Peluh payah mencari rezeki
Namun apa balasan yang diterima kami
Jangan cekik kami
Tersisa lautan sengsara
Penat rasanya
Jika semata didaya guna
Namun amanah mereka lupa
Suram suramnya langit keadaan
Terlantar berantakan
Penyakit akut tak ada pengobatan
Melihat rupiah berubah ingatan
Keadaan yang ngeri
Tampak jelas kini
Di negeri kami
Krisis makin menjadi jadi

Kutasari, 18 Juni 2019

 

Renungan Hati

Dengar sepintas bisikan
Sedikit emosi mengikat
Tidak
Hati kerap menolak keras
Jangan lemah
Bangun satu garis lurus dengan tujuan
Torehkan tapak keberanian
Jangan pejamkan mata
Tatap mimpimu kedepan
Bangun motivasi dan kuatkan
Tuk apa berlinang
Tak ada hasil jika kau diam
Bangun dari sudut air mata
Tak payah terkikis pernyataan abstrak
Cukup kau tangkap sesuatu yang logis
Atur sistematis tujuanmu
Jangan berhipotesis hal buruk
Itu hanya pengacau
Jejak jejak jalanmu

Kutasari, 16 Februari 2019

 

Gugur Sang Pendekar

Keringat mengalir derasnya
Sekuat tenaga bekerja demi bangsa
Satu tugas suci
Tuk merdeka bangsa ini
Sang pejuang sudah teramat lelah
Tersungkur mencium tanah
Lemah tubuh tak kuat menopang
Terbidik sudah penuh juang
Terlihat mata memang tak ada
Tapi terkenang sejarah anda
Dengan hembus nafas lekat serpihan perih
Bertebar pengabdian penuh kasih

Baca Juga:  Rekam Jejak Kendaraan Tempur Bawah Air Kopaska

Kutasari, 15 Agustus 2018

 

Titik Balik

Hitam bukan berarti tak ada warna
Hitam bukan berarti kekosongan
Hitam tak selalu
Dikaitkan dengan kegelapan
Renunglah
Bukankah hitam itu
Klimaks kesempurnaan
Bagaikan sabuk hitam
Sebagai puncak perolehan tertinggi
Kembali dalam titik
Dimana kau peluk dengan sisi terangmu

Kutasari, 13 Oktober 2019

 

 

 

Biodata Penulis: Mita Setya Kusuma. Nama panggilan Mita. Lahir di Purbalingga 18 Mei 2002. Saat ini terdaftar sebagai siswi SMA Negeri 1 Kutasari.

Terpopuler