Connect with us

Puisi

Sajak-sajak Anugrah Gio Pratama

Published

on

sajak, sajak inarotul ummah, pilu ayahanda, rintihan pujangga, bertemu dalam sunyi, sajak indonesia, sajak penyair, penyeir indonesia, puisi indonesia, puisi nusantara, nusantaranews

Lukisan Lelaki Tuan dan Beban (The Old Man and His Burden). Pelukis/Artist Basoeki Abdullah (Cat Minyak di Kancas/Oil on Canvas – 80cm x 130 cm) tahun 1992. (Foto: Arsip SelArt/NUSANTARANEWS.CO)

Retak

Kata-kata telah retak dan terluka.
Detak waktu membeku.
Dan sajak dalam kerapuhan cuaca
perlahan-lahan sirna.

2019

 

Tik-Tok Itu Kembali Bergema

Tik-tok itu kembali bergema.
Angka-angka melesapkan masa lalu
yang beraroma gemuruh,
dan menyalakan masa depan
yang tampak kian remang.

Tik-tok itu kembali bergema.
Sementara aku masih saja menulis sajak
yang entah akan pergi ke mana.

2019

 

Tingkatan Cinta

Aku mengagumimu sepenuh kata,
merindukanmu sepanjang berita,
menyayangimu sedalam puisi.

2019

 

Tanpa Judul

Ada yang kemudian
menjadi begitu menakjubkan
ketika aku menulis tentang kau
di antara bait-bait yang fana.

Huruf-huruf bergetar
dan bahasa seperti ingin mengupas tubuhnya
dengan keindahan namamu.

Tapi sampai puisi ini tuntas
tiada siapa pun yang boleh memberi judul untuk puisi ini
sebab seluruh judul telah luruh ke dalam sepasang matamu.

2019

 

Beristirahatlah di Masa Depanku Kekasih

Beristirahatlah di masa depanku kekasih.
Di sana kau tak perlu khawatir.
Sebab cintaku akan selalu merawat senyummu
dan sajakku akan selalu menawan ingatanmu
dengan kebahagiaan seluruh waktu.

2019

 

Pembacaan Puisi

untuk Aulya Rachmadia Mayta Putri

Aku menyimak dengan takzim setiap kali kau membaca sebuah puisi.
Jangan bertanya mengapa aku melakukan itu. Sebab, tak semua
pertanyaan butuh jawaban. Seperti hujan yang tak pernah menjawab
setiap pertanyaan yang dilontarkan angin, tapi ia setia bersamanya.

Biarkan aku begini.
Biarkan aku menyimak dan menikmati
suaramu yang bagai lagu di musim semi.

Baca Juga:  Dubes RI untuk Singapura Siap Dukung Enterpreuner Muda Ekspor

Biarkan aku mengagumi matahari
yang terbit dari bibirmu yang manis itu.
Agar aku tenang berada dalam terang suaramu,
agar aku senang berada dalam bayang senandungmu.

2019

 

 

 

 

Tentang penulis:

Anugrah Gio Pratama lahir di Lamongan pada tanggal 22 Juni 1999. Sekarang ia sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ia mengambil program studi Pendidikan Bahasa Indonesia di sana. Puisi-puisinya termuat di beberapa antologi bersama. Karyanya yang akan terbit pada tahun 2019 ini berjudul Puisi yang Remuk Berkeping-keping (Interlude). Alamat Lengkap: Jl. Kayu Tangi 1 Jalur 2 No. 77 Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Akun Sosial Media, Instagram: @Penyair_Gio

Loading...

Terpopuler