Connect with us

Kesehatan

Sadar Tak Bergizi, 52 Persen Orang di Jakarta Konsumsi Makanan Sampah

Published

on

Junk Food. Foto/Istimewa
Ilustrasi junk Food/The Surge Photo's

NUSANTARANEWS.CO – Sebanyak 52 persen, menurut hasilsurvei Qraved, warga Jakarta mengkonsumsi makanan nir-nutrisi (junk food) meski pada prinsipnya mereka sadar bahwa makanan tersebut tak memiliki gizi dan manfaat bagi tubuh mereka.

Dalam siaran persnya di Jakarta seperti dikutip Antara, Qraved mengungkapkan 52 persen junk food dijadikan sebagai makanan alternatif untuk sarapan. Padahal, sarapan sendiri memiliki peranan penting untuk konsentrasi otak dan pengendalian berat badan karena junk food memiliki dampak buruk bagi kesehatan seperti obesitas, jantung, diabetes, stroke, kecanduan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Dilihat secara harfiah, junk food berarti makanan sampah, atau makanan nir-nutrisi. WHO sendiri menyatakan bahwa junk food mengandung jumlah lemak yang besar, garam, gula, kalori dan rendah nutrisi, vitamin, mineral dan serat.

Qraved mensurvei sebanyak 13,890 koresponden untuk mengetahui warga yang mengkonsumsi junk food. Hasilnya, 62 persen koresponden mengaku kalau mengkonsumsi junk food karena alasan praktis dan mudah mendapatkannya, 19 persen mengaku karena junk food terasa enak dimakan, lalu 18 persen lainnya karena alasan kesibukan kerja.

Tingginya konsumsi junk food di Jakarta dikatakan akibat kurangnya pemahaman warga mengenai apa itu junk food. Sedikitnya ada 57 persen koresponden mengartikan junk food sebagai makanan dari restoran cepat saji (fast food) seperti burger dan ayam tepung. (eriec dieda)

Loading...

Terpopuler