Connect with us

Mancanegara

SAA Mulai Bergerak Taklukkan Idlib, Irak-Iran Sepakat Pengiriman Minyak Mentah

Published

on

Tentara Arab Suriah (SAA) dilaporkan telah bergerak maju ke benteng pemberontak terbesar yang tersisa di Idlib. Foto: SANA

NUSANTARANEWS.CO – Tentara Arab Suriah (SAA) dilaporkan telah bergerak maju ke benteng pemberontak terbesar yang tersisa di Idlib.

Sebelumnya, SAA dan sekutunya telah berhasil menguasai sebuah kota dan beberapa desa di sekitar pangkalan udara Abu al-Duhur yang sejak 2015 lalu dikuasi oleh front Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dan kelompok Al -Nusra.

Baru-baru ini, seperti dilaporkan kantor berita pro Damaskus, SAA mempercepat serangan di Idlib dan menguasai tiga desa di sebelah barat.

Lebih lanjut, terhitung sejak Oktober tahun lalu SAA juga dilaporkan telah berhasil merebut kembali 100 desa di hama dan Idlib.

Angkatan darat Suriah harus berjuang keras menghadapi perlawanan sengit dari Tahrir al-Sham yang merupakan lawan utamanya.

Loading...
Kirkuk merupakan kota yang terletak di Irak bagian timur. Penduduknya berjumlah 601.000 jiwa. Foto: REUTERS/Ako Rasheed

Kirkuk merupakan kota yang terletak di Irak bagian timur. Penduduknya berjumlah 601.000 jiwa. Foto: REUTERS/Ako Rasheed

Sementara itu, laporan lain di Irak menyebutkan bahwa Menteri Perminyakan Irak Jabar al-Luaibi mengatakan negaranya akan mulai mengekspor minyak dari ladang Kirkuk ke Iran.

Ia menyebutkan ekspor minyak sekitar 60.000 barel per hari dalam bentuk minyak mentah yang akan dikirim ke kilang Iraian Kermanshah. Ini merupakan bagian dari kesepakatan kedua negara setelah perang Irak berakhir.

“Insyaallah kita akan mulai sebelum akhir bulan,” kata Jabar.

Diketahui, penjualan minyak mentah Kirkuk telah dihentikan sejak pasukan keamanan Irak menguasai kembali ladang minyak tersebut dari Kurdi pada Oktober tahun 2017 lalu. Kemudian, dalam kesepakatan kedua negara, Irak dan Iran berencana membangun jaringan pipa untuk membawa minyak dari Kirku ke Iran. (red)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Jurnalis dan editor di Nusantara News, researcher lepas. | life is struggle and like in silence |

Terpopuler