Connect with us

Mancanegara

Rusia Siap Bantu Percepatan Program Sukhoi Super 30 India

Published

on

Rusia Siap Bantu Program Sukhoi Super 30 India

Rusia siap bantu percepatan Program Sukhoi Super 30 India

NUSANTARANEWS.CO – Rusia siap bantu percepatan program Sukhoi Super 30 India. Menteri Pertahanan Rusia Jenderal Sergey Shoigu menegaskan komitmen negaranya untuk memperluas semua dukungan yang mungkin dalam meningkatkan kemampuan pertahanan India, termasuk kerjasama dalam teknologi canggih dan mutakhir – khususnya peningkatkan kemampuan jet Su-30MKI dengan avionic baru, sistem senjata canggih dan penambahan fitur siluman.

Sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai pada pertemuan Komisi Antar-Pemerintah India-Rusia ke-19 tentang Kerja Sama Teknis Militer dan Militer (IRIGC-M & MTC) ke-19, Rusia akan memberikan dukungan dalam mengembangkan fasilitas industri milik pemerintah India: Hindustan Aeronautics Limited (HAL). Sebuah perjanjian yang sangat dinantikan oleh Angkatan Bersenjata India karena sekitar 70% alutsista seperti kapal perang, kapal selam, jet tempur, dan tank-tank berasal dari Rusia.

Dalam beberapa bulan terakhir, indikasi terkait program peningkatan Su-30MKl India mulai terlihat. Seperti diketahui Angkatan Udara India (IAF) sejauh ini telah memesan 272 jet Su-30MKl, 50 pesawat dibuat oleh Rusia, sisanya dipasok oleh HAL Corporation di bawah lisensi Rusia mulai tahun 2004. Sejauh ini, sudha lebih dari 200 jet Su-30MKl telah dikirimkan untuk IAF.

Meskipun Su-30MKI adalah salah satu jet tempur paling canggih dari Generasi 4+ yang yang dioperasikan IAF, namun kebutuhan untuk peningkatannya menjadi semakin mendesak terutama dengan perkembangan perangkat teknologi baru belakangan ini yang disediakan oleh Rusia maupun produksi India sendiri, termasuk radar, rudal dan bom. Bahkan, platform Su-30 sangat cocok untuk upgrade karena dapat menampung banyak peralatan tambahan yang besar dan berat.

Program peningkatan Su-30MKI yang diusulkan adalah: Sukhoi Super 30. Belum ada informasi yang jelas saat ini terkait program tersebut. Belakangan memang ada program peningkatan terhadap dua skuadron Su30MKl berupa pengintegrasian rudal jelajah anti-kapal BrahMos versi udara. Sedangkan program Sukhoi Super 30 adalah untuk seluruh armada jet tempur Su-30 Mkl yang ada.

Baca Juga:  Jelang Debat Perdana, Prabowo Ke Rumah SBY, Demokrat: Pertemuan Tertutup

Menurut surat kabar India yang berpengaruh The Hindu melaporkan bahwa pada Juli 2016 Rusia dan India telah mengadakan konsultasi mengenai program Sukhoi Super 30. Sementara The Economic Times melaporkan bahwa persyaratan teknis akan diselesaikan pada akhir tahun, dan kontrak akan ditandatangani pada awal 2017 dengan perkiraan biaya program sekitar US$ 7-8 miliar.

Program peningkatan tampaknya merupakan pilihan terbaik bagi IAF mengingat keterbatasan anggaran dan persaingan dengan lawan di kawasan regional. Peningkatan juga jauh lebih murah daripada membeli pesawat baru untuk memenuhi standar kebijakan Make in India.

Pada tahun 2000-an, IAF memiliki keunggulan yang signifikan atas Angkatan Udara Pakistan (PAF) berkat implementasi cepat dari program Su-30MKI. Namun situasi sekarang benar-benar berbeda. Pakistan telah menerima versi terbaru pesawat tempur F-16 Amerika Serikat (AS) dan jet tempur FC-1 Cina. Bahkan hari ini, Pakistan mungkin segera mencapai paritas yang mendekati jika menerima Jet tempur J-10 dan J-31 yang merupakan jet tempur generasi kelima yang dikembangkan Cina.

Sementara keseimbangan dengan kekuatan dengan Angkatan Udara Cina merupakan kekhawatiran yang sangat besar bagi India. Pada 1990-an dan awal 2000-an, Cina membeli 76 jet Su-27SK dan 100 jet Su-30MKK dari Rusia. Lalu dengan cepat membangun 105 jet Su-27SK di bawah lisensi Rusia, dan kemudian meluncurkan produksi klonnya sendiri dari pesawat-pesawat ini tanpa repot dengan lisensi. Semua pesawat ini mewakili teknologi awal 1980-an.

Tetapi sekarang Cina telah menerima jet tempur Su-35 Rusia terbaru, dan hasilnya Angkatan Udara Cina kini mengejar ketertinggalannya dengan Angkatan Udara India dalam hal teknologi, dan juga dari segi jumlah.

Tidak mengherankan bila India ingin mempercepat program Sukhoi Super 30 untuk mengembalikan keunggulan teknologi Angkatan Udaranya atas Cina. India perlu segera merespons jet Su-35 dan J-31 China dengan Sukhoi Super 30.

Baca Juga:  HTI Dikeroyok Sembilan Saksi Pro Pemerintah di Persidangan

Opsi paling realistis mungkin adalah pemutakhiran Su-30MKl pada radar N-011M Bars pesawat dan integrasi sistem elektronik, optik, dan inframerah buatan Rusia dan India terbaru tanpa modifikasi pada badan pesawat.

Fase pertama mencakup peningkatan radar Bars untuk memberikan jangkauan yang lebih besar, resolusi yang lebih tinggi, resistensi gangguan yang lebih baik, dan dukungan untuk sistem senjata baru. Lalu pada fase selanjutnya, radar Bars dapat dilengkapi dengan array bertahap aktif. Pesawat yang ditingkatkan di batch pertama nantinya dapat dibawa ke standar teknis dari batch terbaru tanpa kesulitan besar.

Pendekatan ini akan meningkatkan kemampuan IAF secara evolusioner, disamping lebih memudahkan bagi pilot-pilot IAF untuk mengikuti upgrading tanpa harus berurusan dengan kompleksitas sistem pesawat yang ditingkatkan. Strategi bertahap seperti itu berhasil dengan baik pada 2002-2004, ketika Rusia mengirimkan 32 pesawat Su-30MKI pertama. Jet dipasok dalam tiga batch 10, 12 dan 10. Setiap batch berturut-turut mengalami beberapa perbaikan yang kemudian dimasukkan dalam batch sebelumnya, sehingga semua jet tempur berada dalam standar yang sama. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler