Connect with us

Berita Utama

Rusia Mendesak Koalisi Pimpinan AS Untuk Menghentikan Pendudukan di Suriah

Published

on

Sidang Dewan Keamaman PBB/Foto: Sputnik

NUSANTARANEWS.CO, Amerika Serikat (AS) – Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia telah mendesak koalisi anti-teroris pimpinan AS untuk menghentikan pendudukan di Suriah, pada sidang Dewan Keamanan PBB hari Sabtu. “Kami mendesak apa yang disebut koalisi segera menghentikan pendudukan di Suriah agar pemerintah Suriah dapat melakukan pemulihan normalisasi kehidupan di semua wilayah, dan terbebas dari para teroris,” kata Nebenzia yang dilansir sputnik.

Utusan tersebut juga menekankan bahwa resolusi Dewan Keamanan PBB yang baru tidak boleh ditafsirkan secara bebas.

“Saya ingin mengungkapkan keprihatinan mendalam saya atas pernyataan publik beberapa pejabat AS yang mengancam agresi terhadap Suriah yang berdaulat. Kami segera memperingatkan bahwa kami tidak akan membiarkan penafsiran sewenang-wenang terhadap resolusi yang baru disetujui,” tambah Nebenzia.

Seperti diketahui, koalisi anti-teroris pimpinan AS bertindak di Suriah tanpa persetujuan atau koordinasi dengan PBB dan pemerintah Suriah. Perwakilan permanen Suriah untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Bashar Jaafari mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB sebelumnya, bahwa koalisi tersebut telah dengan sengaja menghancurkan 90 persen kota Raqqa di Suriah.

Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat telah menyetujui sebuah resolusi gencatan senjata selama 30 hari di wilayah Suriah. Resolusi tersebut bertujuan untuk memungkinkan evakuasi medis terhadap mereka yang terluka dan memberikan akses ke sejumlah daerah untuk bantuan kemanusiaan di Ghouta Timur yang menjadi korban pengeboman yang kian intensif dalam beberapa hari terakhir.

Situasi di Ghouta Timur memanas setelah Pemimpin kelompok teroris Jaysh al-Islam, Failak al-Rahman dan Jabhat al-Nusra menembakkan dua roket ke pinggiran kota Damaskus dan permukiman di provinsi Damaskus yang menewaskan empat warga sipil dan melukai lebih dari 50 orang.

Baca Juga:  Tambah Fasilitas NATO, AS Kirim Bomber Strategis B-52

Militer Rusia melaporkan bahwa krisis kemanusiaan di wilayah tersebut memburuk, sementara seruan kepada kelompok bersenjata ilegal untuk menghentikan perlawanan dan menyerah tidak berhasil sehingga perundingan perdamaian di wilayah tersebut menemui kegagalan.

Dalam sebuah pengarahan, Mayjen Yuri Yevtushenko mengatakan bahwa, “Situasi kemanusiaan, sosial dan ekonomi di Ghouta Timur sengaja diperburuk oleh para pemimpin kelompok bersenjata ilegal, Failak Ar-Rahman dan Jabhat al-Nusra. Semua upaya oleh pemerintah Republik Arab Suriah untuk memberikan bantuan kepada warga sipil di wilayah Ghouta Timur telah diblokir oleh para militan. (Banyu)

Loading...

Terpopuler