Connect with us

Budaya / Seni

Rumah Bahagia Syahadat Cinta

Published

on

Gambaran Rumah di zaman Renaisance. (FOTO: publichouseofart.com)

Gambaran Rumah di zaman Renaisance. (FOTO: publichouseofart.com)

Puisi Faris Al Faisal

Rumah Bahagia

Sebuah rumah dibangun di atas tanah gundukan mirip jabal rahmah,
pertemuan adam dan hawa. Angin mendesir menyapu pilar-pilarnya yang tersusun
dari rakaat salat. Dari cerobongnya mengeluarkan asap gaharu yang menggetarkan
hangat pelukmu.

Setiap kali sayup suara yang dipancarkan dari menara-menara,
saban lima waktu sehari semalam, pintunya tak terkunci. Istrinya menyiapkan
bejana untuk air wudunya. Dibimbing keluarganya menuju jalan orang-orang
memelihara waktu.

Ia menjadi benteng terakhir ketika di luar hujan tak reda membasahi,
anak-anaknya penghangat ruangan. Diajarkannya melafalkan huruf-huruf hijaiah
mengeja ayat-ayat cinta kasih. Sabdanya menjadi secangkir kopi yang menggenangi
kerinduan bertemu dengannya.

Indramayu, 2018

Syahadat Cinta

Inilah syahadat cinta yang kuucapkan untukmu
di depan ayahmu, dipersaksikan dua lelaki yang adil. Saat dua tangan
bertautan untuk isyarat yang mendegub getarkan dadaku. Sepanjang waktu
lisanku mengucap berulangkali. Memejam mata seperti santri-santri menyetor
hafalan surat di musala.

Semenjak itu bahtera kehidupan dilayarkan
di atas lautan. Sesekali gelombang memberi ketenangan terkadang ombak
mengoyak. Tetapi akulah nakhoda yang siap mengarungi prahara amuk badai
dan kau anak buah kapal yang setia. Memelihara kapal agar tenang meniti gelombang
sampai pulang ke pelabuhan terakhir.

Indramayu, 2018

Tasawuf Cinta

bagaimana aku akan mencinta
bila cinta itu demikian banyaknya
ia adalah kumpulan debu padang pasir
ditapaki jejak sang musafir yang mencari air
angin yang mendesir menghapusnya

kapankah aku bisa mencinta
sedang cinta tak mengenal waktu
ia adalah perputaran benda-benda langit
beredar dalam garis orbit yang demikian rumit
awan di langit memberi batasan bagi mata

apakah aku dapat mencinta
jika cinta telah kuberikan pada-Nya
ia adalah pemilik hati yang membolak-baliknya
memberi jawaban atas setiap kegelisahan
membuka kunci untuk pintu sua kita

Indramayu, 2018

Selawat Kekasih

kaulah kaligrafi yang ditulis dengan lidi kasih
menghiasi kamar rinduku saban waktu
dibaca dengan penghayatan seorang qiraah
keindahan surat yang berarti cahaya itu
kini rindu kusenandungkan dalam selawat kasih
memuji tuhanku atas sebaik-baik dirimu
dicipta dengan rupa wajah dan hati yang bersih
terberkati keinginan untuk kita bertemu

Indramayu, 2018

Faris Al Faisal lahir dan tinggal di Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Dewan Kesenian Indramayu. Karya fiksinya adalah novel Bunga Narsis Mazaya Publishing House(2017), Antologi Puisi Bunga Kata Karyapedia Publisher (2017), Kumpulan Cerpen Bunga Rampai Senja di Taman Tjimanoek Karyapedia Publisher (2017), dan Novelet Bingkai Perjalanan LovRinz Publishing (2018) sedangkan karya non fiksinya yaitu Mengenal Rancang Bangun Rumah Adat di Indonesia Penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017). Puisi, cerma, cernak, cerpen dan resensinya tersiar berbagai media cetak dan online seperti Kompas, Tempo, Media Indonesia, Republika, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Lampung Post, Padang Ekspres, Rakyat Sumbar, Radar Cirebon, Radar Surabaya, Radar Sulbar, Radar Banyuwangi, Radar Bromo, Media Jatim, Merapi, Minggu Pagi, Banjarmasin Post, Bali Post, Bangka Pos, Magelang Ekspres, Malang Post, Solopos, Suara NTB, Joglosemar, Tribun Jabar, Tribun Bali, Bhirawa, Koran Pantura, Riau Pos, Tanjungpinang Pos, Fajar Makasar, Serambi Indonesia, Majalah Simalaba, Majalah Hadila, Majalah Suara Muhammadiyah, Tabloid Nova, IDN Times, Sportourism.id, Puan.co, Nyontong.Com, takanta.id, Simalaba.Net, Jurnal Asia, dan Utusan Borneo Malaysia.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: redaksi@nusantaranews.co atau selendang14@gmail.com

Komentar

Advertisement

Terpopuler