Connect with us

Lintas Nusa

Romahurmuziy Tegas Serukan Islam Tidak Diajarkan Dengan Kemarahan

Published

on

Ketua Umum PPP Romahurmuzy Sambutan dalam Harlah PPP ke-44. Foto Dok. Ja'far Shodiq
Ketua Umum PPP Romahurmuzy Sambutan dalam Harlah PPP ke-44. Foto Dok. Ja'far Shodiq

NUSANTARANEWS.CO – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy menegaskan bahwa penyebaran agama Islam bukan dengan kemarahan. Dengan lain kata, Islam mengajarkan kebaikan dengan kelembutan. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam rangka Hari Lahir Ke-44 PPP dan pelantikan pengurus DPW PPP Jawa Tengah dan DPC PPP se-Jateng di Semarang.

“(Islam) tidak diajarkan dengan kemarahan, agama Islam yang menyatukan Nusantara dari Sabang sampau Merauke ini diajarkan dengan kelembutan,” kata politisi yang akrab dipanggil Romi, Minggu (15/1/2017).

Kepada para tamu undangan dan kader PPP yang menghadiri acara tersebut, Romi menanyakan, apakah sudah pernah tahu ada cerita bahwa Nabi Muhammad itu marah atau mengumpat. “Sudah pernah tahu atau dengar cerita bahwa Nabi Muhammad itu misuh-misuh sekali saja sepanjang hidupnya, pernah “gak” di dalam riwayat hidupnya itu ada? Tidak pernah,” ujar Romi tegas.

Romi pun menjelaskan bahwa hadirnya agama Islam di Indonesia itu untuk mempersatukan umat, bukan untuk memecah belah NKRI. “Jika ada pihak yang ingin menggulingkan NKRI, itu nasionalismenya di mana?” ujarnya.

Karena itulah, lanjutnya, seluruh kader PPP harus mencintai tanah air Indonesia dan menyebarkan agama Islam dengan penuh kecintaan, sebab itu sebagai bagian dari keimanan.

“Jangan pisahkan Indonesia dengan agama, karena para pendiri bangsa telah meletakkan Ketuhanan sebagai sila pertama Pancasila dan itu merupakan ekspresi serta keyakinan para pendiri bangsa bahwa hubungan negara dengan agama itu saling melengkapi,” kata Romi.

Tidak hanya itu, Romi juga menyebutkan bahwa tidak ada kebenaran yang abadi di dunia kecuali milik Allah dan selama di dunia maka kebenaran bersifat relatif. “Kok sekarang ada yang menghakimi agama-agamanya orang lain? Kok hari ini ada yang menghakimi keagamaan seseorang? Itu berarti telah mengambil alih tanggung jawab Allah yang baru dilaksanakan pada saat kiamat nanti,” kata Romi. (red-02)

Baca Juga:  PPP Bersuara Soal Sosok Pesaing Ahok Hasil Pertemuan Cikeas

Loading...

Terpopuler