Connect with us

Politik

Rodinda dan Semangat Nasionalisme

Published

on

Banteng Music Festival 2016/IST

Banteng Music Festival 2016/IST

NUSANTARANEWS.CO – Rodinda dan Semangat Nasionalisme. Ada yang menarik dalam pagelaran kegiatan menyambut HUT ke-43 PDI Perjuangan dan peringatan Bulan Bung Karno yang diselenggarakan di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (4/6/2016).

Ratusan pengurus dan kader PDIP serta tamu undangan yang hadir kali ini disuguhi oleh penampilan Prananda Prabowo, yang biasa dipanggil Nanan, bersama grup bandnya Rodinda, yang sempat menghebohkan jagat musik nusantara dengan lagu “Pengkhianat”.

Rodinda demikian nama Grup band yang didirikan oleh Prananda Prabowo pada 2014. Rodinda sendiri memiliki kepanjangan dari Romantika, Dinamika, Dialektika. Grup band indie ini boleh dikatakan adalah refleksi rasa cinta Nanan terhadap musik dengan ideologi Bung Karno, Sang Proklamator.

Tidak mengherankan bila pada rangkaian acara Bulan Bung Karno tahun ini, PDI Perjuangan mengusung tema “Bung Karno dalam Seni dan Budaya”. Tidak tanggung-tanggung, selama enam bulan rangkaian acara peringatan Bung Karno ini telah diselenggarakan berbagai ajang lomba, diantaranya Lomba Desa Berdikari, Lomba Paduan Suara, dan festival Band Banteng Musik Festival (BMF).

Festival band BMF sendiri menjadi menarik karena dijadikan wahana guna memperkenalkan pemikiran-pemikiran Bung Karno kepada generasi muda. Di mana lagu-lagu wajib yang dibawakan memang diciptakan oleh Rodinda Band, yang liriknya berasal dari pidato-pidato dan tulisan Bung Karno.

Pagelaran yang dilakukan oleh Nanan dengan BMF 2016 menunjukkan bahwa PDI Perjuangan sedang mengambil langkah strategis dalam rangka menghidupkan lagi semangat nasionalisme melalui seni dan budaya. Di mana musik menjadi media sekaligus medium untuk mengekspresikan nilai-nilai kebangsaan yang pernah dikumandangkan oleh Bapak Pendiri Bangsa, Bung Karno kepada generasi muda.

Baca Juga:  Video Pendek Jokowi di Pembukaan Asian Games 2018 Berpotensi Permalukan Indonesia

Sehingga tampilnya Prananda Prabowo yang selama ini dikenal sebagai “pemikir kebijakan politik ideologis” yang berada di belakang layar PDIP, malam itu cukup menjadi sorotan di acara puncak peringatan Bulan Bung Karno. Betapa tidak, Prananda Prabowo saat ini adalah Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDI Perjuangan. Bisa dikatakan Prananda adalah “ring satu” dari Ibu Megawati Soekarnoputri.

Apakah Prananda Prabowo akan melanjutkan trah kakeknya, mari cermati petikan sambutannya berikut ini:

“Terima Kasih untuk generasi muda Indonesia yang tetap mencintai Bung Karno sebagai Bapak Bangsa. Terima Kasih telah berjuang menghidupkan ajaran Bung Karno melalui Karya Seni dan Budaya.

Generasi Muda Indonesia, kita akan terus bergerak membuang yang jelek membangun yang baik. Kita jadikan seluruh ide, gagasan, pemikiran, cita-cita dan spirit Bung Karno sebagai bintang penuntun.

Kaum muda dimanapun anda berada, mari kita Bangkit. Kita tidak boleh dan tidak dapat berbalik lagi, karena sebagai sebagai Bangsa kita telah mencapai Point of No Return.

Hidup lah ber-vivere pericoloso, hidup dengan berani menyerempet bahaya. Asal jangan kita ber-vivere pericoloso kepada Tuhan. Kita ber-vivere pericoloso di jalan yang dikehendaki dan diridhoi oleh Tuhan untuk mewujudkan Indonesia Raya, Indonesia yang sejati-jatinya Merdeka!” ujar Prananda. (Banyu)

Loading...

Jurnalis dan editor di Nusantara News, researcher lepas. | life is struggle and like in silence |

Terpopuler