Connect with us

Rubrika

Robot Terbesar di Dunia bernama Kereta Api AutoHaul Beroperasi di Australia

Published

on

Kereta Api Otonom - Rio Tinto di Australia. (FOTO: Istimewa)

Kereta Api Otonom – Rio Tinto di Australia. (FOTO: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kereta api otomatis tanpa masinis berjuluk robot terbesar di dunia telah dioperasikan di Australia. Kereta api otonom ini dioperasikan oleh perusahaan tambang Rio Tinto. Kereta bernama AutoHaul ini beroperasi dari tempat tambang ke pelabuhan di jalur pergi-pulang sepanjang 800 kilometer.

Juru bicara Rio Tinto, seperti dikutip Digital Trend, mengatakan bahwa, kereta AutoHaul ini untuk menyelesaikan perjalanan termasuk untuk bongkar muat kargo, dibutuhkan waktu 40 jam. Jaringan rel ini dibangun di wilayah Pilbara di Barat Australia.

“Ini adalah jaringan kereta api otonom penuh, jarak jauh, dan bermuatan berat pertama di dunia,” katanya.

Proyek ini dinyatakan bernilai US$940 juta dan akan memudahkan produktivitas dan fleksibilitas 1.600 jaringan tambang bijih besi mereka yang terbentang sejauh 1.700 kilometer dengan dua pelabuhan mereka. Terdapat 200 lokomotif yang beroperasi di jalur ini. Tiap lokomotif disebutkan dioperasikan secara otomatis dan dikendalikan dari pusat operasional mereka di Perth.

Tidak hanya itu, tiap lokomotif dilengkapi pula dengan kamera yang digunakan untuk mengawasi jalannya kereta. Rio Tinto telah intensif mengembangkan otomasi ini sejak 10 tahun lalu untuk mengefisiensikan produksi dan mendorong keuntungan yang lebih besar, seperti ditulis Sydney Morning Herald.

Loading...

Perusahaan tambang itu menyampaikan operasional kereta api ini tidak akan diikuti dengan pemecatan pegawai pada 2019. Penggunaan kereta api otonom ini menurut mereka akan mengurangi kebutuhan pergantian masinis. Hal ini juga akan meningkatkan keamanan akibat insiden dan batas kecepatan kereta.

Sekadar diketahui, Australia bukan satu-satunya negara yang menggunakan kereta api otonom. Singapura juga sudah menerapkan kereta api otonom untuk layanan MRT miliknya sejak Maret 2018.

Baca Juga:  Di Mata Para Seniman, Cinta Bisa Sembuhkan Luka Batin Bangsa

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: M. Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler