Connect with us

Ekonomi

Robot Karyawan Akan Dikenai Pajak Penghasilan

Published

on

Robot Karyawan Sedang Mengolah Masakan (Foto By Express)

Robot Karyawan Sedang Mengolah Masakan (Foto By Express)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Perkembangan teknologi yang begitu pesat memungkinkan semua pekerjaan yang semula dikerjakan manusia akan diambil alih robot. Penghasilan pajak negara dari pajak karyawan akan mengalami penurunan drastis. Sementara pajak sendiri merupakan sumber utama penghasilan negara.

Baca Juga: Robot Terbesar di Dunia bernama Kereta Api AutoHaul Beroperasi di Australia

Dengan semakin banyaknya robot karyawan mengambil alih pekerjaan manusia, secara otomatis jumlah karyawan dengan tenaga manusia akan berkurang. Situasi ini akan memicu gelombang pengangguran massal di era globalisasi gelombang ketiga kali ini.

Baca Juga: Flippy, Robot Pembuat Burger Pertama di Dunia

Dalam sebuah kesempatan di Jakarta, pada Selasa 8 Januari 2019, Menteri Keungan Sri Mulyani Indrawati sempat menyinggung wacana perihal pemungutan pajak bagi para robot karyawan pengganti manusia.

Baca Juga: Pabrik Farmasi Senilai 500 Miliar Rupiah Beroperasi Dengan Teknologi Robotik

Sri Mulyani menyitir sebuah film Robocop. Ia menceritakan dalam film tersebut bagaimana tugas para polisi semua digantikan dengan robot. “Lalu manusia ngapain? Jika semua robot yang bekerja, yang menerima upah siapa? Konsumsi produk siapa? Robot yang bekerja harus bayar pajak seperti PPh (pajak penghasilan),” kata Sri Mulyani.

Loading...

Baca Juga: Canggihnya ‘PostBOT’ Si Robot Pengantar Surat di Jerman

Ide pemungutan pajak dari robot karyawan ini, kata Sri Mulyani sedang menjadi menjadi perbincangan di banyak negara dunia. Pasalnya, perkembangan teknologi yang begitu pesat sangat mungkin menggerus peran manusia.

Baca Juga: Robot Tempur Humanoid Akan Menjadi Tentara Masa Depan

“Poinnya, harus dilihat struktur pasar pekerja, siapa yang bekerja, dapat income berapa, harus bayar pajak apa, dan untuk siapa,” ungkapnya.

Namun hal yang perlu diantisipasi adalah bagaimana mencari jalan keluar untuk mengatasi pengangguran massal akibat kehadiran robot karyawan. Negara dalam hal ini harus hadir.

Baca Juga: 2020 Tenaga Pertanian Mungkin Tergantikan oleh Robot Petani

“Nanti akan muncul kebijakan fiskal publik, berupa robot yang bayar pajak dan manusia yang tidak kerja dikasih income, karena negara hadir menciptakan infrastruktur, mencegah bencana, menciptakan public service (layanan publik), dan ini harus dibiayai,” pungkasnya.

Baca Juga: Diprediksi Akan Banyak Pekerjaan Hilang Akibat Industry 4.0

Contoh paling nyata robot merampas pekerjaan manusia adalah kasus penjagaan pintu masuk tol. Ketika aturan bergeser menjadi serba elektrik, maka pintu tol yang semula dijaga manusia kini sudah diambil alih mesin.

Baca Juga: Ini Dia, Sistem Perang Otonom Milrem Robotics di Medan Perang

Pada 31 Mei 2017 lalu polisi Dubai, menugaskan seorang perwira robot untuk mengawasi kondisi keamanan di bawah menara tertinggi di dunia, Burj Khalifa. Mengenakan topi polisi dan bergerak di atas roda, polisi robot ini memiliki layar sentuh komputer di dadanya yang bisa digunakan untuk melaporkan kejahatan atau menanyakan tentang beberapa hal.

Editor: Romadhon

Terpopuler