Connect with us

Budaya / Seni

Riwayat Sungai, Riwayat Pertemuan, dan Riwayat Perpisahan

Published

on

Lukisan Sungai (Ilustrasi). Foto: Dok. WallpaperSafari

Lukisan Sungai (Ilustrasi). Foto: Dok. WallpaperSafari

Puisi Nuriman N. Bayan

RIWAYAT SUNGAI, III

Kalau saja aku
sungai di lereng itu
aku cuma ingin cepat
sampai ke pantai
sebelum hujan
dan aku membesar.

Morotai, 25 Juli 2018.

RIWAYAT SUNGAI, II

Kita pernah jadi sungai
kita turun dari bukit
dan bertemu di sini

demi sampai ke laut
kita berputar-putar
cari jalan

kita duduk di atas batu
kita tidur di atas lumpur
kita makan segala sampah

tiba-tiba hujan turun
kita pun jadi banjir

orang-orang kira
kita ini perusak.

Morotai, 22 Juli 2018.

RIWAYAT PERPISAHAN

Dari mana aku mulai menulis riwayat perpisahan kita?
setelah menyaksikan sepasang sungai di lereng itu
memutuskan berpisah dan berjanji bertemu di laut

padahal mereka tak pernah tahu kapan angin
menyulap mereka jadi ombak atau menguap jadi hujan.

Dari mana aku mulai menulis riwayat perpisahan kita?
setelah menyaksikan ombak dan pantai di pesisir itu
kembali berdamai selelah lelah dan arah angin-

berpaling dari garis pantai pesisir.

Morotai, 23 Juli 2018.

RIWAYAT PERTEMUAN

Kalimat apa yang tepat untuk merekam
riwayat pertemuan yang kandas di kota itu?

Angin telah menyelesaikan tugasnya. mengirimkan
ombak kembali ke tanah ibu. membawa wajah kota
yang dingin dan mabuk oleh kemacetan yang maha seksi

dan hujan telah mensucikan doa-doa malam yang gelisah
setelah halmahera masuk dan kembali mengalir dalam darah.

Kalimat apa yang tepat untuk merekam
riwayat pertemuan yang malang di kota itu?

Ternate telah melapangkan dadanya dan Morotai
telah mengambil sebagian dari haknya. atas nama
pengabdian dan hari depan yang mekar di papan itu

Baca Juga:  14 Personel Korem Baladhika Jaya Menyandang Pangkat Baru

dan dalam daftar nama-nama yang jatuh malam tadi
kita telah kehilangan sejarah pada wajah ombak di negeri besi putih.

Morotai, 24 Juli 2018.

*Nuriman N. Bayanatau lebih dikenal dengan Abi N. Bayan lahir di desa Supu Kec. Loloda Utara, Kab. Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada 14 September 1990. Anak dari Hi. Naser Dano Bayan dan Rasiba Nabiu. Saat ini menjadi Pembina Komunitas Parlamen Jalanan Maluku Utara (Komunitas Teater) dan Komunitas Penulis Tepi. Kini tinggal di Morotai.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Loading...

Terpopuler