Connect with us

Peristiwa

Risma Ngamuk Dibela PDIP, Legislator Golkar: Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP

Published

on

Risma ngamuk dibela PDIP, Legislator Golkar: Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP.

Risma ngamuk dibela PDIP, Legislator Golkar: Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP. Adam Rusdi Komisi E DPRD Jatim, Sabtu (30/5).

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Risma ngamuk dibela PDIP, Legislator Golkar: Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP. Insiden pemindahan mobil laboratorium atau PCR ke wilayah lain berbuntut panjang. Ucapan politisi PDIP Jatim Deni Wicaksono atas kritikannya kepada Ketua Fraksi Golkar pun direspon oleh Adam Rusdi. Politisi muda Partai berlambang pohon beringin ini angkat bicara.

“Kita mengkritik suul adab-nya Bu Risma (Wali Kota Surabaya). Bukan untuk mengkritisi statemenya rekan PDIP. Apa Bu Risma ini miliknya PDIP saja? Bukan milik orang surabaya?” tegas Adam Rusdi, Sabtu (30/5).

Adam kembali menegaskan bahwa Tri Rismaharini adalah Wali Kota Surabaya. “Bukan Wali Kota PDIP. Kami mengkritisi Bu Risma sebagai Wali Kota Surabaya, karena Bu Risma milik warga Surabaya, bukan milik PDIP,” katanya.

Adam yang juga Anggota Komisi E DPRD Jatim ini membeberkan, tidak pernah satu pun statemen Ketua Fraksi Golkar, Kodrat Sunyoto menyerang rekan partai lain. “Perbedaan pendapat itu saling mengisi, bukan untuk saling menjatuhkan,” paparnya.

Pihaknya menambahkan, sebagai panutan publik, dalam hal ini Wali Kota Surabaya sebagai simbol pemerintahan di Kota Pahlawan. “Jadi, suul adab harus dijaga, apalagi sebagai panutan publik. Arek Suroboyo iku wani tapi santun,” ujar Adam.

Sebelumnya, Politisi PDIP Deni Wicaksono menyebut bahwa Wali Kota Surabaya tidak malu dilihat masyarakat ketika marah.

”Teman Golkar bilang, apa Bu Risma tidak malu dilihat masyarakat ketika marah? Saya bilang, bagi PDI Perjuangan, kita tidak mengenal malu untuk membela rakyat. Kita malu kalau lebih membela kepentingan politik dukung-mendukung daripada membela rakyat,” ucapnya.

Baca Juga:  Menyelami Semangat Film "Jejak Langkah Dua Ulama"

Hal ini disampaikan Deni lantaran, Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim, Kodrat Sunyoto mengatakan, seorang wali kota Surabaya seharusnya tidak perlu marah-marah seperti itu. Ia menyebut Tri Rismaharini sedang mencari sensasional ditengah pandemi covid-19.

Apalagi faktanya, mobil tersebut bukan untuk Surabaya, tapi keliling ke sejumlah titik di Jatim untuk melakukan test massal pencegahan covid-19. “Wali kota Surabaya Gak usah lebay, bicara baik-baik kan bisa. Kok ga malu dilihat masyarakat,” ujarnya. (setya/ed. banyu)

Loading...

Terpopuler