Connect with us

Lintas Nusa

Ribuan Masyarakat Nunukan Iringi Pemakaman Anggota Brimob Yang Gugur Di Papua

Published

on

Suasana prosesi pemakaman Baratu Anumerta Muhammad Aldy di TMP Jaya Sakti Nunukan. Jumat (2232019). (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Eddy Santri)

Suasana prosesi pemakaman Baratu Anumerta Muhammad Aldy di TMP Jaya Sakti Nunukan. Jumat (2232019). (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Eddy Santri)

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Rasa haru dan duka terlihat diraut wajah ribuan masyarakat yang memadati Taman Makam Pahlawan Jaya Sakti Nunukan Jumat 22 Maret 2919. Kehadiran masyarakat adalah untuk melepas terahir kalinya jazad Baratu Anumerta Muhammad Aldy seorang anggota Brimob yang gugur dalam kontak senjata melawan gerombolan sparatis di Nduga, Papua pada Rabu 20 Maret 2019 lalu.

Rasa berduka masyarakat Nunukan bisa dimaklumi, pasalnya disamping Aldy adalah salah satu putra Perbatasan yang mampu berptestasi menjadi Prajurit, perjalanan karier Aldy adalah contoh kegigihan seorang anak bangsa yang ingin mendharma baktikan jiwanya untuk negeri.

Baca Juga:

Diketahui, Aldy adalah salah jawaban atas kemustahilan bahwa untuk menjadi seorang Prajurit bukan lah milik golongan tertentu. Karena Aldy hanya putra dari seorang Buruh bongkar muat di Pelabuhan Tunontaka Nunukan bernama Amir. Pun bukan faktor keberuntungan sehingga ia dapat menyandang seragam Kepolisian karena ia telah beberapa kali mengikuti test dan tahun 2019 barulah ia dinyatakan lolos sebagai seorang anggota Polisi.

“Namun taqdir berkata lain. Kepada Persada dan Ibu Pertiwi, kami persembahkan jiwa dan raga Aldy kepangkuanmu,” ujar Wakalpoda Kalimantan Utara, Kombes Zainal Arifin Paliwang selaku Inspektur Upacara dalam prosesi Pemakaman tersebut.

Loading...

Zainal menyatakan bahwa Indonesia berduka atas kepergian Aldy. Dan atas nama segenap pimpinan Polda Kaltara, Brimob Polri dan Polres Nunukan menyampaikan banyak terima kasih atas doa dan kehadiran seluruh masyarakat menyaksikan pemakaman salah satu anggota Brimob Polri.

Baca Juga:  Seruan Mahfud MD Soal Pemenang Pilpres 2019

“Atas nama pimpinan, saya menyampaikan pula rasa duka mendalam atas gugurnya putra daerah Nunukan, gugur dalam perjuangan membela bangsa Indonesia, Beliau rela mengorbankan jiwa raga demi mempertahankan wilayah NKRI. Ini adalah cobaan dari Allah, semoga keluarga almarhum diberikan kekuatan menghadapi cobaan dan mengikhlaskan kepergian beliau,” ujarnya.

Suasana prosesi pemakaman Baratu Anumerta Muhammad Aldy di TMP Jaya Sakti Nunukan. Jumat (2232019). (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Eddy Santri)

Suasana prosesi pemakaman Baratu Anumerta Muhammad Aldy di TMP Jaya Sakti Nunukan. Jumat (2232019). (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Eddy Santri)

Untaian doa dan berbagai ungkapan duka cita meluncur dari masyarakat yang memadati Taman Makam Pahlawan tersebut. Anggota DPRD Kalimantan Utara Andi Zakaria menilai Aldy bukan hanya akan menjadi sekedar ikon pemuda Nunukan, namun tak terbantahkan bahwa ia juga sebagai Pahlawan untuk negara.

“Ia gugur dalam pertempuran melawan Pemberontak Negara. Maka sama juga ia telah berjuang mempertahankan kedaulatan kendati ia korbankan jiwa dan raganya,” ungkap Andi.

Andi meminta kepada Pemerintah Pusat agar lebih mempertegas tindak dalam mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut. Menurut Andi, tidak ada konsekwensi lagi bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan pemberontakan kepada negara yang sah selain dengan tindakan penumpasan.

“Menurut saya, sudah saatnya negara ini benar-benar tegas kepada kelompok sparatis itu. Dan saya yakin TNI-Polri juga akan menjadikan gugurnya putra-putra terbaik bangsa selama ini dalam operasi, sebagai dasar pengambilan keputusan selanjutnya. Kami masyarakat berharap, bahwa Aldy ini adalah prajurit terahir yang gugur mengemban tugas di Papua,” tandas Politisi PBB tersebut.

Suasana prosesi pemakaman Baratu Anumerta Muhammad Aldy di TMP Jaya Sakti Nunukan. Jumat (2232019). (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Eddy Santri)

Suasana prosesi pemakaman Baratu Anumerta Muhammad Aldy di TMP Jaya Sakti Nunukan. Jumat (2232019). (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Eddy Santri)

Diketahui, peristiwa yang mengakibatkan gugurnya Aldy adalah saat terjadinya kontak senjata Rabu 20 Maret 2019 pukul 07.30 WIT. Ketika itu, para anggota Brimob Satgas Nemangkawi Tim Belukar (termasuk Aldy) sedang melakukan pengamanan helikopter yang mengangkut Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Tindak Kombes Pol. Jhon Sitanggang, bersama tim yang akan mendarat di Bandara Mugi, Distrik Mugi.

Baca Juga:  Soal Kecerobohan Malaysia, Ini Sikap Komite Olimpiade Indonesia

Saat melakukan pengamanan ini terjadi kontak senjata yang dimulai oleh KKB ke arah para personel Brimob. Aldy sendiri gugur karena terkena tembakan pada bahu kanan dan lengannya. Selain Aldy, dua anggota Brimob lainnya juga yang terkena tembakan yakni Inspektur Dua Arif Rahman, yang terkena peluru di bahu kiri tembus punggung, dan Bharada Ravi Fitrah Kurniawan, yang terkena di pinggang kanan belakang.

Pewarta: Eddy Santri
Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler