Connect with us

Mancanegara

REX-1 Senjata Anti Drone Rusia

Published

on

REX-1

REX-1

NUSANTARANEWS.CO – Bukan hanya Angkatan Bersenjata Rusia yang sedang mencari alternatif yang lebih murah untuk memerangi drone. Negara-negara maju lain seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, Jerman, Tiongkok, dan India kini serius merancang senjata anti-drone. Militer Rusia sendiri telah menerima dua senjata baru yang dirancang khusus untuk menghancurkan drone yakni: senapan elektromagnet REX-1 dan Stupor untuk unit operasi khusus dan infanteri.

Peran drone dalam perang modern di masa depan tampaknya memang semakin strategis untuk berada di garis depan. Drone bukan lagi hanya sekedar alat pengintai tapi juga sebagai penyerang taktis yang mampu membuat perbedaan dalam medan pertempuran.

Dr Andreas Krieg, seorang ahli pertahanan dan keamanan di Timur Tengah di King’s College, London, mengatakan bahwa: “drone bersenjata telah membuat kelompok perlawanan Houthi memiliki kemampuan untuk menyerang dan menteror pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi secara mematikan.”

Krieg mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi pesawat tanpa awak tampaknya akan menjadi senjata pengubah permainan dalam perang. Apalagi dengan biaya produksi yang relatif lebih murah dibandingkan dengan pesawat tempur.

Dalam kasus di Suriah, enam pesawat drone kelompok teroris yang diduga berasal dari Idlib berhasil dilumpuhkan oleh satuan perisai-elektronik yang menjaga Pangkalan Udara Khmeimim. Salah satu sistem ini dinamakan Krasukha-4. Dengan jangkauan hingga 250 kilometer, sistem ini mampu membutakan dan melumpuhkan drone-drone teroris tersebut. Sementara di saat bersamaan, sistem pertahanan udara Pantsir-S1 dengan rentetan tembakan 5.000 proyektil 30 mm permenit berhasi menghancurkan tiga drone.

Loading...

Jadi untuk melumpuhkan drone bukan saja dibutuhkan perisai elektronik yang canggih, tapi juga senjara anti serangan udara yang canggih.

Baca Juga:  Supermoon dan Eccedentesiast - Puisi Dini Ayu A

Menurut kepala departemen proyek khusus di Zala Aero, Nikita Khamitov, REX-1 dilengkapi dengan sejumlah unit elektromagnetik dan inframerah yang dapat saling merelai sistem GSM, dan aplikasi sistem satelit GPS, GLONASS dan Galileo serta saluran lainnya. REX-1 mampu melumpuhkan drone musuh hingga jatuh atau kembali ke pangkalannya.

Desain senapan REX-1 sangat mirip dengan senapan mesin tetapi tidak menembakkan putaran apapun. Perangkat ini mampu memblokir GSM, 3G, sinyal LTE dan jamming pada frekuensi 900 MHz, 2,4, 5,2-5,8 GHz.

Perangkat elektronik seberat 4,2 kg ini dilengkapi dengan baterai yang dapat mengoperasikan semua perangkat selama 3 jam. Perangkat ini dirancang untuk operasi suhu di bawah minus 40 hingga panas 50 derajad Celsius. Rex-1 juga dirancang untuk keamanan fasilitas dan untuk misi kontra-teroris. Senjata ini dapat digunakan untuk tugas-tugas teknik, termasuk menetralisir bom rakitan yang diaktifkan melalui sinyal telepon seluler. (Banyu)

Loading...

Terpopuler