Connect with us

Politik

Retorika ‘Akal Sehat’ Rocky Gerung Dianggap Sarat Muatan Politis

Published

on

akal sehat, akal sehat rocky gerung, rocky gerung, politisasi akal sehat, politik akal sehat, filosofi akal sehat, filsafat akal sehat, nusantaranews

Politik akal sehat. (Foto: Ilustrasi/IST)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Istilah ‘Akal Sehat‘ kini menjadi tagline Rocky Gerung dalam berbagai kesempatan. Dia mengkampanyekannya. Menekankan betapa pentingnya masyarakat menggunakan ‘Akal Sehat’ dalam setiap tindakan dan ucapan. Termasuk berpolitik dengan akal sehat.

Namun, jargon ‘Akal Sehat’ yang dikampanyekan Rocky Gerung ternyata dipersoalkan sebagian kalangan. Salah satunya dari Lingkar Studi Filsafat Nahdliyin (LSFN) dan Solidaritas Pemerhati Filsafat. Kelompok tersebut baru-baru ini mengeluarkan sebuah statemen bertajuk ‘Akal Sakit Rocky Gerung’.

“Sebagai pemerhati dan pegiat filsafat, kami menyatakan keprihatinan politis atas manipulasi retorika dan konsep-konsep filosofis oleh subjek bernama Rocky Gerung,” kata mereka dikutip dari keterangannya, Jakarta, Senin (4/2).

Baca juga: Rocky Gerung Merasa Ada Kondisi Akal Sehat Dipalsukan Hari-hari Ini

Kelompok pemerhati filsafat ini memandang, retorika ‘Akal Sehat’ Rocky Gerung diletakkan di dalam suatu konteks politik. “Yaitu gelombang naiknya populisme Islam konservatif, khususnya pasca-kasus Ahok, di mana sentimen-sentimen agama dibakar dengan berbagai cara,” katanya.

Loading...

Menurut mereka, Rocky Gerung menawarkan retorika seolah konseptual dan argumentatif demi mendekati kelompok-kelompok Islam yang berkepentingan. “Kini semakin jelas, menjelang Pilpres 2019, RG mendekat ke kubu Paslon Nomor 02. Wacana ‘Akal Sehat’ yang dibawanya adalah kendaraan politik yang disetirnya ke sana kemari untuk mendulang air keruh di tengah kubu-kubu pilpres yang sedang bertarung,” katanya.

Baca juga: Rocky Gerung dan Akal Sehat

Tak hanya itu, kelompok pemerhati itu bahkan menuding Rocky Gerung telah mempolitisasi latar belakang dan reputasinya sebagai dosen filsafat dengan memberi kesan kepada publik bahwa omongannya adalah akademis, cendekia dan filosofis serta netral kepentingan politis. “Padahal, tidak demikian adanya,” tukas kelompok tersebut.

Baca Juga:  FH: Saya Sedih BUMN Hanya Bekerja untuk Ukir Nama Jokowi di Prasasti Peresmian

“Omongannya merupakan lontaran-lontaran gagasan yang tidak sistematis dan kabur–jauh dari karakter pemikiran seorang filsuf,” tambah mereka.

Baca juga: Muhasabah Kebangsaan: Humor, Cara Sehat Akal Sehat

Selanjutnya, mereka juga menyebut istilah ‘Akal Sehat’ milik Rocky Gerung itu belum teruji secara filosofis. “Namun gagasan mentahan ini sudah telanjur menjadi konsumsi publik dan masyarakat luas yang belum terbiasa dengan gaya dan alur berpikir Filsafat, sehingga cenderung menghipnotis dan punya efek manipulatif,” kata mereka lagi.

(eda/bya)

Editor: Novi Hildani

Loading...

Terpopuler