Connect with us

Berita Utama

Respon Situasi Afghanistan, Rusia Siapkan Armada Su-34M dan MiG-31BM

Published

on

Respon situasi Afghanistan, Rusia siapkan armada Su-34M dan MiG-31BM.

Respon situasi Afghanistan, Rusia siapkan armada Su-34M dan MiG-31BM.

NUSANTARANEWS.CO – Respon situasi Afghanistan, Rusia siapkan armada Su-34M dan MiG-31BM. Pada 2 Juli lalu, militer Amerika Serikat (AS) telah menyerahkan kendali Pangkalan Udara Bagram kepada pemerintah Afghanistan yang sekaligus menandai berakhirnya pendudukan pasukan AS dan NATO di Afghanistan setelah berperang tanpa akhir selama dua puluh tahun.

Menanggapi perkembangan mutakhir di Afghanistan, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan bahwa, Rusia akan melengkapi Komando Distrik Militer Pusat (CVO) dengan dua resimen pembom tempur Su-34M dan interceptor MiG-31BM sebagai langkah penguatan kekuatan udara Rusia di kawasan ini.

Sekedar informasi, Distrik Militer Pusat (CVO) dibentuk pada 1 Desember 2010 sesuai dengan keputusan Presiden Federasi Rusia tertanggal 20 September 2010 “Tentang divisi administrasi militer Federasi Rusia” berdasarkan Volga-Ural dan bagian pasukan Distrik Militer Siberia. Anggotanya juga termasuk Komando Angkatan Udara dan Pertahanan Udara ke-2.

Saat ini pasukan CVO ditempatkan di perbatasan administratif tiga distrik federal (wilayah Volga, Ural, dan Siberia) di 29 subjek Federasi Rusia. Ini juga termasuk pangkalan militer ke-201, yang terletak di Republik Tajikistan.

Rusia yang memiliki pangkalan militer di Tajikistan selatan selama ini kerap menggelar latihan militer bersama secara teratur guna menghadapi kemungkinan serangan dari selatan. Pada bulan April, Kepala Staf Umum Rusia, Jenderal Angkatan Darat Valery Gerasimov mengumumkan bahwa Rusia akan menggelar empat latihan militer bersama sepanjang tahun 2021.

Menurut seorang juru bicara distrik militer tersebut, baru-baru ini Rusia telah menggelar serangkaian latihan simulasi helikopter serang dalam menghadapi kelompok bersenjata ilegal.

Dua helikopter serang Mi-24, dua helikopter angkut Mi-8MTV5-1, dan sekitar 100 personel militer dikerahkan dalam simulasi tersebut, kata juru bicara itu seperti dikutip oleh kantor berita Interfax pada 6 Juli.

Baca Juga:  Apakah Indonesia Akan Menghadapi Bonus Demografi Atau Zonk Demografi?

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrei Rudenko mengatakan pada hari yang sama bahwa Kremlin siap memberikan bantuan apapun yang dibutuhkan Tajikistan.

“Itu semua tergantung pada bagaimana situasi berkembang di Afghanistan utara. Situasi di sana cukup tegang, karena menurut beberapa sumber, 70 persen wilayah yang perbatasan dengan Tajikistan telah dikuasai oleh Taliban,” kata Rudenko.

Masalah utama yang harus ditangani Tajikistan saat ini adalah banyaknya pasukan Afghanistan yang melarikan diri melintasi perbatasan yang jumlahnya mencapai ribuan personel. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler