Rawan Ambles, Penemu Bernoulli Sebut Lumpur Sidoarjo Tak Layak Untuk Obyek Wisata

Rawan Ambles, Penemu Bernoulli Sebut Lumpur Sidoarjo Tak Layak Untuk Obyek Wisata. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Setya)
Rawan Ambles, Penemu Bernoulli Sebut Lumpur Sidoarjo Tak Layak Untuk Obyek Wisata. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Setya)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Penemu teouri Bernoulli Djaja Laksana merasa miris terhadap kondisi semburan panas Lumpur Porong di Sidoarjo.

Ironisnya lagi, kata Djaja Laksana, semburan yang sudah 12 tahun menyembur tersebut ternyata saat ini menjadi obyek wisata oleh Pemkab Sidoarjo.

Baca Juga:

“Kalau ambles, kan bahaya, bisa menimbulkan korban jiwa. Tak hanya itu, kerusakan infrastruktur yang akan lebih parah,” papar Djaja saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (30/5/2018).

Djaja mengatakan saat ini, disekitar semburan lumpur ada penurunan atau tanah yang mengarah ke ambles pelan-pelan (Lane Subsidence) 3 cm setiap enam bulan.

“Dan tentunya satu-satunya cara untuk menghentikan semburan dengan menggunakan teori Bernouli. Dengan teori Bernoulli akan menyeimbangkan tekanan atas dan bawah sehingga semburan lumpur stabil.

Ditambahkan oleh Djaja, dengan stabilnya tekanan, otomotis semburan akan berhenti dengan sendirinya.

Pewarta: Setya/TW
Editor: M. Yahya Suprabana