Connect with us

Politik

Rakyat Telah Turun ke Jalan, Fahri Hamzah: Pimpinlah Pengepungan ini Jenderal,

Published

on

fahri hamzah, garbi, kegelisahan, nusantaranews

Fahri Hamzah. (Foto: Instagram/Fahri Hamzah)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyatakan bahwa kondisi bangsa Indonesia telah berada di ujung hari diantara hali-hari yang lain. Hari yang dimaksud ialah hari dimana perjalanan baru bangsa Indonesia akan ditentukan. Hal ini tentu menunjuk hari pelaksanaa Pemilu 2019 pada 17 April mendatang.

“Kita berada di ujung hari-hari yang berbeda di antara hari-hari yang mulia bangsa INDONESIA. Hari paling menentukan bagi perjalanan anak bangsa. Setidaknya 5 tahun ke depan tentang apa yang kita ukir dan menjadi harapan,” kata Fahri dalam cuitan Twitter-nya, ‏@Fahrihamzah, Kamis (21/3/2019).

Baca Juga:

Menurut Fahri, perjalanan 5 (lima) tahun yang berlalu cukup meletihkan, perjalanan tanpa arah dan tujuan, perjalanan tanpa narasi dan gambar besar. Bahkan, kata Fahri, bangsa Indonesia seperti tersesat dalam kelemahan dan kesedihan bahkan perpecahan.

“Inilah perjalanan yang sebetulnya kita sesalkan. Sia-sia tanpa kemuliaan,” ujarnya.

“Bukankah sudah bulat di hatimu untuk mengakhiri derita dan kesedihan ini? Bukankah sudah mantap dalam dadamu untuk menolong rakyat dan bangsa ini? Bukankah kita susah bersepakat dan bergerak bersama rakyat membebaskan negeri ini dari cengkeraman dusta?,” sambung Fahri dengan nada puitis.

Fahri menyebut, rakyat telah turun ke jalan, histeria telah menggelegak di gang-gang desa dan kota, semangat dan jiwa ksatria rakyat dan bangsa Indonesia telah tumpah ruah bagai bara api yang membakar dusta dan kemunafikan.

“Pimpinlah pengepungan ini jenderal, benteng lawan telah jatuh, kini kita telah memasuki seluruh relung rakyat yang tersadar oleh janji palsu dan kebohongan. Inilah saatnya pengepungan total dilakukan. Seluruh lini harus diterjunkan. Sadarkan elite. Sadarkan anak bangsa,” seru pencetus Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) ini.

Dua kesadaran harus beradu, lanjutnya, dua paham harus dibenturkan, dua pilihan harus menawarkan kejelasan. Rakyat tidak bisa lagi hidup dalam imajinasi palsu yang semu dan penuh tipu. “Maka hadirlah dengan tenang dan senyum jenderal… Katakan apa adanya…,” serunya lagu.

“Bangunkan seluruh jiwa yang masih tertidur pulas oleh janji-janji palsu…jadikan pawai dan pengepungan ini menyebar luas sampai seluruh bumi INDONESIA ini dipijak kaki anak negeri yang rindu kehadiran kembali jiwa kepahlawanan yang hilang…,” imbuh Fahri.

Karena, kata dia, jiwa kepahlawanan tidak pernah padam dalam hati setiap anak bangsanya. Tidak mungkin padam. Dan hari-hari ini nyala api itu telah kembali menerangi setiap sudut senyum ibu pertiwi yang menyambut kemenangan sejati. “Maka jangan berhenti… perjalanan sedikit lagi…,” harapnya.

“Seperti hari-harimu dalam perang yang kau lalui, bangkitkan jiwa ksatria, beri aba-aba, beri arah, dan sebut satu sasaran maka kami akan menerjang. Pertarungan ini akan kita menangkan…kami bangga berada di barisan ini…,” kata Fahri lebih puitis lagi.

Dan di akhir cuitannya, Fahri kembali menyerukan semangat kepada semua pihak yang merasa membutuhkan pemimpin untuk perjalanan Indonesia lima tahun ke depan. Berikut seruannya:

Kepada semuanya,
Ayo,
Ambil microphone, ayo maju ke podium, bicaralah, ayo tulislah pesan, datangi tokoh bangsa dan agama, sadarkan!, temui pemimpin pasukan di mana2, para penggerak dan sukarela, ayo pawai menuju kotak suara…amankan dan tuntaskan!
Allahuakbar!
Merdeka!

(mys/nn)

Editor: Achmad S.

Terpopuler