Connect with us

Hukum

Raja Delay, DPR Desak Kemenhub Sanksi Lion Air

Published

on

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Muhammad Nizar Zahro/Foto : Dok Lintas Parlemen
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Nizar Zahro/Foto : Dok Lintas Parlemen/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Anggota komisi V DPR fraksi Gerindra Nizar Zahro mengatakan maskapai Lion Air kerap bermasalah dengan armada pesawatnya hingga terjadi penundaan waktu terbang (delay). Sehingga, maskapai tersebut identik dengan si “Raja Delay”.

Nizar mengaku heran dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang terkesan selalu memaklumi Lion Air. Seharusnya, kata dia, Kemenhub tegas memberi sanksi supaya pihak Lion Air dapat berbenah.

“Insiden Lion Air delay sudah seringkali terjadi dan kemenhub melalui Dirjen Perhubungan Udara tidak berdaya menghadapi delay yang sering kali maskapai menimpa Lion Air dengan berbagai alasan,” ujar Nizar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/3/2017).

Nizar menyatakan terjadinya delay pada pesawat Lion Air menunjukkan nihilnya perbaikan manajemen pelayanan maskapai terhadap penumpang pengguna jasanya.

“Apalagi kejadian delay ini menurut info yang di terima juga adanya dugaan kebocoran avtur. Ini sangat membahayakan bisa membahayakan keamanan dan keselamatan penumpang Lion Air,” ungkapnya.

Nizar mendesak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub segera memanggil manajemen Lion Air. Ia meminta agar segera dijatuhkan sanksi bagi maskapai Lion Air atas terulangnya delay pada sejumlah penerbangan dua hari terakhir ini.

“Sesuai yang saya sampaikan dari tahun-tahun kemarin, agar Lion Air di sanksi dengan mengurangi slot rute penerbangannya. Seumpama setiap hari mendapatkan slot penerbangan 3 kali, di kurangi menjadi 2 kali slot penerbangannya. Intimya, delay itu rute mana, maka rute itulah yang di kurangi,” jelasnya.

Seperti diketahui, pesawat JT 028 rute Jakarta-Denpasar milik maskapai penerbangan Lion Air mengalami penundaan terbang (delay) di Bandara Soearno-Hatta, Senin (3/3/2017). Insiden delay yang dialami pesawat tersebut menambah catatan buruk pelayanan Lion Air sehari sebelumnya.

Sebelumnya pada Minggu (2/3/2017),  diberitakan juga setidaknya terdapat 9 pesawat Lion Air mengalami hal yang sama.

Reporter: Ahmad Hatim

Terpopuler