Connect with us

Politik

PWNU Jatim Keluarkan Fatwa Tentang People Power

Published

on

pwnu jatim, people power, fatwa, nusantaranews

PWNU Jatim Keluarkan Fatwa Tentang People Power, Surabaya, Senin (20/5/2019). (Foto: Setya N/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syafruddin Syarif mengatakan PWNU Jatim telah mengeluarkan fatwa terkait people power yang akan digelar pendukung capres 02 dalam menyikapi pengumuman hasil Pilpres oleh KPU RI tanggal 22 Mei mendatang.

Menurut Syafruddin, pihaknya mengeluarkan larangan adanya people power tersebut. “Kami sudah gelar Bahtsul Masail dan hasilnya tak boleh,” ujarnya, Surabaya, Senin (20/5/2019).

Adapun alasan larangan itu, sambung Syafrudin, antara lain pertama Al Quran Surat Annisa ayat 59, sebagai mana dimaksud adalah di samping harus taat kepada Allah, juga kepada Rosulnya, juga pada ulil amri minkum.

Ulil amri adalah pemimpin negara, termasuk di dalamnya ada lembaga-lembaga yang sudah disetujui dan ditunjuk untuk melaksanakan beberapa hal termasuk amanat memilih pemimpin,” ungkap Syafruddin.

Selain itu, lanjut Syafruddin, yang dipakai dasar adalah Surat Al Buruj ayat 10 dan ayat 9, surat Al Maidah ayat 53, serta beberapa hadist nabi.

Loading...

“Dalam sebuah hadist nabi bersabda, barang siapa yang tidak senang terhadap pemimpinnya, maka hendaknya dia bersabar. Dan karena barang siapa yang keluar dari presiden yang sah dan sultan yang sah satu jengkal saja, maka dia mati dalam keadaan maitatan jahiliyah, atau mati sebagai kafir jahiliyah,” bebernya.

Satu lagi hadist yang diriwayatkan oleh Alrifai, fitnah itu adalah tidur. Dan Allah melaknat orang yang membangkitkan fitnah.

“Dan apabila fitnah sudah bangkit, maka terjadi peperangan darah mengalir. Ini merugikan semua manusia. Makanya Allah melaknat orang yang membangkitkan dan membangunkan fitnah itu,” jelasnya.

Baca Juga:  ITHLA Resmi Miliki Kantor Sekretariat

Ditambahkan olehnya,masih banyak lagi referensi PW NU Jatim dalam mengeluarkan larangan tersebut.

“Banyak lagi hadist dan beberapa kitab kuning. Seperti dari kitab attasrif aljniaih,” jelasnya.

Pewarta: Setya N
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler