Connect with us

Politik

Punya Daya Tawar di Pilpres 2019, PAN Sebut PPP Tak Bisa Lari Dari Jokowi

Published

on

ppp, pan, partai menengah, daya tawar pan, daya tawar ppp, parpol koalisi jokowi, yandri susanto, partai besar, partai menengah menang, nilai tawar ppp, nilai tawar partai menengah

Sekertaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan juga anggota DPR RI Yandri Susanto. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Romadhon)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Hasil Pilkada Serentak 2018 cukup mengejutkan banyak pihak. Calon-calon yang diusung oleh partai besar seperti PDIP dan Gerindra hanya sedikit yang menang di sejumlah daerah. Sebaliknya, calon-calon yang didukung oleh sejumlah partai menengah seperti PAN, Nasdem, PPP dan PKS justru berjaya.

Situasi ini membuat sederet partai menengah dinilai memiliki daya tawar tersendiri dalam ajang Pilpres 2019 mendatang. Meski demikian, Sekertaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan juga anggota DPR RI Yandri Susanto menyebut untuk PPP tak akan bisa keluar koalisi dari Jokowi.

Menurut dia, Ketum PPP (Partai Persatuan Pembangunan), Romahurmuziy akan terus mengikuti Jokowi kemanapun arah politik Jokowi.

Baca juga: Hasil Pilkada 2018 Dinilai Menaikkan Nilai Tawar Partai Penengah

“Dalam kondisi apapun Romi tak akan bisa lari ke mana-mana dari pak Jokowi,” kata Yandri, dalam acara diskusi dengan tema menakar arah koalisi parpol pada pemilu 2019 pasca pilkada serentak 2018, di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018).

Sementara itu, menurut aktivis perempuan, Febby Lintang yang juga merangkap sebagai moderator dalam acara tersebut berpendapat bahwa banyak kejutan yang terjadi pada Pilkada 2018 yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Hal ini terlihat seperti hasil di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ia menilai fenomena tersebut akan memiliki pengaruh terhadap peta politik di Pilpres 2019 mendatang.

Pewarta: Romandhon
Editor: Banyu Asqalani

Komentar

Advertisement

Terpopuler