Connect with us

Peristiwa

Puncak HTN, Usai Long March, Massa Petani Menunggu Jokowi di Istana

Published

on

Long Marc Hari Tani Nasional 2016/Foto dok. SPI
Long Marc Hari Tani Nasional 2016/Foto dok. SPI

NUSANTARANEWS.CO – Massa petani menggelar aksi di depan Istana Negara sebagai puncak peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2016, Selasa (27/9). Massa petani melakukan long march dari Monas menuju Istana. Dimana sejak pagi massa kaum tani berkumpul lakukan persiapan di sekitar Masjid Istiqlal dan di sekitar Jl Medan Merdeka Barat.

Massa petani datang jauh-jauh dari desa untuk menyalurkan aspirasi mereka ko kota. Mereka nampak mengular di sekitar Monas untuk menuntut hak mereka ke Presiden RI Joko Widodo.

Massa petani yang tergabung dapan Serikat Petani Indonesia (SPI) didukung oleh 40-an organisasi, termasuk di dalamnya WALHI. Mereka datang ke Istana dalam rangka menuntuk hak atas tanah dan kedaulatan pangan kepada Presiden Joko Widodo.

“Ayo berjalan bersama petani Indonesia! Tuntut Reforma Agraria Sejati! Tanah untuk Rakyat! Adil dan lestari!” Teriak salah satu massa aksi dengan kobar semangat perjuangan.

Kata salah satu massa aksi menyatakan bahwa salah tuntutan dalam Aksi Hari Tani Nasional 2016 tersebut adalah menolak reforma agraria palsu dan wujudkan reforma agraria sejati.

Loading...

“Tolak Reforma Agraria Palsu! Wujudkan Reforma Agraria Sejati! Selamat datang di Ibukota Pak, Bu Petani Se-Indonesia,” teriak massa aksi yang lain.

Barisan Pelopor (Bapor) yang berada di depan memimpin long march Massa petani terus meneriakkan tuntutan-tuntan mereka. Massa petani dirahkan ke Istana dengan semangat persatuan dalam barisan untuk melawan perampasan tanah milik mereka.

Pukul 10.50 massa petani yang sudah tiba di depan Istana memulai acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Namun sampai saat itu, kedatangan petani ke Istana tidak diterima oleh Presiden Jokowi. Mereka terus menunggu di dekat Istana Negara. “Mana hak atas tanah kami?” teriak massa petani.

Baca Juga:  Aktivis dan Oposisi Kerap Kritik Jokowi Bagikan Sertifikat Tanah, Ketum STN Pasang Badan

“Tolak reforma agraria palsu, Pak Jokowi! UU Pokok Agraria No. 5/1960 menyaratkan tanah untuk penggarap!” Teraiak massa yang lain.

“Reforma agraria, redistribusi tanah itu untuk pengentasan kemiskinan, Pak Jokowi,” teriak yang lain lagi.

Tidak tanggung-tanggung dalam aksi ini juga datang jauh-jauh petani dari Sukabumi, Pak Engkos namanya, ia sudah tua tapi tetap gereget menuntut hak asasi petani. (Sulaiman)

Loading...

Terpopuler