Connect with us

Hankam

Puluhan Ribu Pendekar Silat Gelar Bumi Reog Berdzikir, Polisi Disiagakan

Published

on

bumi reog berdzikir, polres ponorogo, pendekar silat ponorogo, psht ponorogo, nusantaranews

Pendekar pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Ponorogo. (Foto: dok. NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Ponorogo – Puluhan ribu pendekar pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari seluruh Kabupaten Ponorogo, Jatim akan menghadiri Bumi Reog Berdzikir (BRB) pada Minggu (30/12/2018) mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Cabang PSHT Cabang Ponorogo, Mas Prijono Boedhi Setiawan saat menghadiri Rapat Koodinasi dalam rangka kesiapan kegiatan Bumi Reog Berzikir tahun 2018 PSHT Cabang Ponorogo bertempat di Aula Polres Ponorogo, Kamis (20/12/2018).

Menurutnya, kegiatan BRB merupakan acara keagamaan serta untuk mempererat tali persaudaraan antar warga PSHT. “Keberhasilan dari semua pihak khususnya seluruh warga PSHT, yang intinya seluruh warga PSHT harus bertanggungjawab demi suksesnya giat,” ujar Mas Prijono Boedhi Setiawan.

Dia menambahkan kegiatan BRB adalah suatu penjabaran memayu hayuning bawono. “Dengan artian bukan untuk diri sendiri namun untuk semua aspek di dunia ini dan BRB diharapkan dapat bermanfaat bagi diri pribadi, organisasi, masyarakat, bangsa dan negara,” tambahnya.

Lebih lanjut dia menambahkan sebagai koordinator dari wilayah harus dapat mewakili wilayah masing-masing. “Maka harus aktif dalam suksesnya giat dan kooperatif dengan berkoordinasi bersama panitia pusat,” katanya.

Loading...

Masih menurut Mas Boedhi, konsep BRB tahun 2018 masih sama dengan BRB 2017. “Namun ada tambahan antara lain kirab pencak silat dari masing-masing ranting dan liputan dari lembaga laprit serta ada pencatatan dari Lembaga Prestasi Dunia dan disiarkan langsung streaming,” paparnya.

Kesiapan medis telah disiagakan sebanyak 4 unit. “Juga disiapkan team kebersihan sebelum giat bersih setelah giat juga harus bersih, kami undang juga Forpimda dan para ulama,” tambahnya.

Sedangkan penyampaian tekhnis BRB 2018 dipaparkan oleh KH. Mas Hasyim Azhari selaku Ketua BRB 2018. “Makna dan tema BRB 2018 adalah dengan semangat setia hati mari wujudkan manusia yang berbudi luhur tahu benar dan salah demi mempererat persaudaraan antar sesama warga PSHT dibawah naungan NKRI,” kata Mas Hasyim.

Baca Juga:  Jabatan Rektor Universitas Merdeka Surabaya Resmi Beralih

Mekanisme yang perlu diperhatikan dalam titik kumpul dan perjalanan harus terkoordinir serta mentaati peraturan lalu lintas dan tertib dalam perjalanan. “Peserta dilarang membawa tongkat untuk bendera dan peserta harus patuhi intruksi panitia serta koordinator,” bebernya.

Rapat Koodinasi dalam rangka kesiapan kegiatan Bumi Reog Berzikir tahun 2018 PSHT Cabang Ponorogo bertempat di Aula Polres Ponorogo, Kamis (20/12/2018). (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Muh Nurcholis)

Rapat Koodinasi dalam rangka kesiapan kegiatan Bumi Reog Berzikir tahun 2018 PSHT Cabang Ponorogo bertempat di Aula Polres Ponorogo, Kamis (20/12/2018). (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Muh Nurcholis)

Secara jelas dia mengatakan panitia sampai dengan saat ini telah melakukan 9 kali rapat dengan hasil terbentuknya kepanitiaan, proses perijinan, mekanisme kegiatan dan proses lainnya. “Apabila ada jamaah dari luar PSHT diperbolehkan dengan catatan terkoordinir memakai seragam khusus dan ranting segera koordinasi dengan panitia pusat,” tambahnya.

Seksi Humas BRB 2018, Mas Anam Ardiansyah membeberkan untuk intertain agar warga PSHT membuat profil medsos masing-masing dengan logo BRB 2018.

“Kegiatan Bumi Reog Berzikir tahun 2018 merupakan giat khusus internal PSHT Cabang Ponorogo sehingga bila ada caleg dan anggota DPRD yang berpartisipasi agar memasang sepanduk di masing-masing wilayah, tidak boleh di lokasi aloon-aloon dan hanya ucapan selamat,” ungkap Mas Anam.

Selain itu Mas Anam menambahkan masing-masing ranting atau rayon memasang spanduk BRB 2018. “Saat ini sudah mulai Publikasi via radio dan media sosial serta pemasangan billboard,” ucapnya.

Kegiatan BRB akan disiarkan langsung via live streaming. “Kegiatan akan dipantau dan dicatat oleh Letprit atau lembaga rekor dengan kategori jumlah peserta terbanyak, kegiatan pencak silat kolosal dan giat tahun kedua dan giat rutin tahunan dengan inisiator seluruh keluarga besar PSHT Cabang Ponorogo,” aku Mas Anam.

Pemrakarsa kegiatan BRB adalah Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dan Kapolres Ponorogo sebagai institusi yang mengamankan giat akbar pendekar yang butuh pengaman dari Kepolisian. “Dandim 0802/Ponorogo sebagai institusi yang turut mengamankan giat akbar pendekar yang butuh pengaman dari TNI,” tandasnya.

Baca Juga:  Pengembangan Desa Wisata Terus Jadi Tren di Yogyakarta

Sementara itu Kabag Ops, AKP Basuki Nugroho menegaskan jika saat ini ada dua operasi kepolisian terpusat yaitu Ops Lilin Ketupat dan Ops Mantab Brata. “Sebenarnya giat Bumi Reog Berzikir 2018 PSHT Cabang Ponorogo ada pertimbangan untuk tidak diizinkan sehingga apabila giat dilaksanakan harus aman,” terang AKP Basuki Nugroho.

Kabag Ops Polres Ponorogo juga menekankan tidak ada yang boleh membawa bendera selain bendera PSHT dan bendera merah putih. “Kesiapan BBM bagi seluruh peserta agar disiapkan agar tidak ada yang menghambat perjalanan,” paparnya.

Dia juga menyampaikan apapun kejadian di jalan peserta tidak ada yang berhenti karena apapun kejadian di jalan sudah menjadi tagung jawab Polri.

Selain dihadiri pengurus PSHT Cabang Ponorogo, panitia BRB 2018, rakor dihadiri oleh Kabag Ops Polres Ponorogo, AKP Basuki Nugroho bersama Murdianto selaku Kasat Narkoba Polres Ponorogo dan Joko Winarto selaku Kasat Samapta Polres Ponorogo serta Iptu Yoyok Wijanarko KBO Sat Intelkam Polres Ponorogo didampingi Iptu Yudi Kristiawan KBO Lantas Polres Ponorogo.

Pewarta: Muh Nurcholis
Editor: M Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler