Puluhan Orang Tewas, Mantan Presiden RI Sambangi Lokasi Bencana

NUSANTARANEWS.CO, Pacitan – Baru-baru ini bencana banjir dan tanah longsor menerjang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Situasi ini membuat mantan presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tergerak untuk mengunjungi lokasi bencana.

Bersama Bupati Pacitan Indartato dan Gubernur Jatim Soekarwo, SBY sambangi korban bencana alam tersebut. “Bapak dan ibu harus tetap sabar dan semangat, nggih?” ujar SBY, Jumat (1/12/2017).

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, korban banjir dan tanah longsor terbaru ditemukan sebanyak 20 orang dinyatakan meninggal dunia. Identitas korban bencana alam banjir antara lain Bu Sobikin atau Maryati (55 th) warga Desa Kayen, Kecamatan Pacitan.

Selanjutnya adalah Mislan (56 th) warga Dukuh Suruhan, Desa Sirnoboyo Kecamatan/Kabupaten Pacitan. Kemudian Mujiono warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan.

Kemudian Amri Suhastomo (20 th) warga Desa Bangunsari, Kelurahan Pacitan, Kecamatan Pacitan dan Eko Sulaksono (34 th) warga Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar yang tenggelam terseret arus air dan sudah ditemukan.

Kemudian Bonatin (50 th) warga Dukuh Grisak, Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo, hingga kini korban tenggelam belum diketemukan.

Korban bencana alam tanah longsor meninggal dunia karena tertimbun tanah longsor Temu (57 th) serta Fitri Ayu (3 th), Siti kalimah (22 th), Parno (73 th), Kasih (70 th), Rozak (17 th) dan Sukesi (41 th). Semuanya adalah warga Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung.

Kemudian, Sutirah (74 th) warga Desa Losari, Kecamatan Tulakan. Selanjutnya atas nama Totok, Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan dan Tumadi (75 th) warga Desa Krajan, Kecamatan Arjosari dan Yusup (61 th) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung serta Inem (60 th) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung.

Korban lainnya adalah Mbah Sarton (70 th) dan Mbah Sipon (65 th). Keduanya adalah warga Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Pacitan.

Baca Juga:  Megawati Diundang Istana, Pengamat: Sebuah Silaturahmi Politik Untuk Meledek SBY

Pewarta: Muh Nurcholis
Editor: Romandhon