Connect with us

Budaya / Seni

Pulang Ke Mata Ibu – Puisi Fadli Nur Arifin

Published

on

Soekarno saat memberi hormat pada Ibunya. Foto: Dok. andrirusli

Soekarno saat memberi hormat pada Ibunya. Foto: Dok. andrirusli

HARAP SEMU

Kala tetesan demi tetesan menggenang
Tak kuasa ku menahan
Tentang resahku tercampur pada secangkir gelisah
Di antara rintik yang memantik rindu
Ku titipkan secercah harapan
Untuk kembali ke pelukmu

PULANG KE MATA IBU

Di balik pintu tua yang berdecit
Aku mencium kening yang sudah keriput
Sesekali ia mengernyitkan dahinya
Menikmati suara mesin tua itu
Dalam binar matanya ada bahagia yang sulit dijelaskan

KAU DAN HENING

Hening kembali menyapa
Dan rindu tak kunjung bercengkrama
Resah jua rasanya
Terlihat siluet dibalik tirai surya
Mungkinkah itu kau kasih ?
Atau hanya bayangku yang terlalu semu
Menanti aroma tubuhmu
Yang sempat memikat pada jingga kala itu

WABAHMU

Di terikya surya
Ada rindu yang menggelitik kasih
Dalam kelas yang hiruk pikuknya
Pada aroma keringat yang mewabah jahat
Aku terpenjara
Oleh gincu bibirmu yang memoles tanpa naas

*Fadli Nur Arifin lahir di Banyumas 12 Juni 1998. Ia tercatat sebagai Mahasiswa di Fakultas Dakwah Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Purwokerto. Ia bergiat di Komunitas Teater Didik IAIN Purwokerto.

Advertisement

Terpopuler