Connect with us

Budaya / Seni

Puisi Urban – Puisi Gracia Asriningsih

Published

on

ETAM Cru: Polandia | Foto Bill Dickinson/matadornetwork.com
ETAM Cru: Polandia | Foto Bill Dickinson/matadornetwork.com

 

01.

Seorang penyair datang ke kota tanpa puisi

Dan tanpa obat sakit jiwa

Maka ia memutuskan untuk meninggalkan kegilaannya

Di rumah

Dan hanya membawa celana dalam

Angin gunung meluruh

Seiring ia menjauh

Dari haiku tempat ia tumbuh

Menuju entah

 

02.

Sebuah kerusuhan megah terorganisasi

Setiap orang menginspirasi pagar

Dari tembok tinggi berduri kekar

 

Sampai anjing menjadi manusia

Dan manusia menjadi anjing

 

Semakin tinggi jarak

Semahal harga terbayar

 

Dan hidup menulis

Manuskrip kekacauannya sendiri

 

03.

Ia membangun mitos

Pada dinding virtual

Membentuk legenda

Dari autosensor

atas dunianya

Dan aku

Berada dalam gelembung deterjen pencair noda

Melayang

Di himpitan letusan ketakutan

Dan ledakan tangis pilu

Yang tak terbunyi

 

Tersembur

Diantara roda kereta

 

04.

Perempuan dengan renda di hatinya

Ingin memakai rok mini di jalan bebas hambatan

Ingin menari di jembatan layang

Ingin menanam padang bunga di atap pencakar langit

Ingin meluruhkan ciumannya di perempatan tanpa lampu merah

Ingin menuliskan seluruh buku puisinya di dinding kantor gubernur

 

Ia hanya ingin menaklukan kota

 

Gracia Asriningsih. Foto: Dok. Satu Harapan

Gracia Asriningsih. Foto: Dok. Satu Harapan

Gracia Asriningsih, lahir di Jogjakarta,  lulusan jurusan Sastra Prancis, Fakultas Sastra 1994, UGM dan   Master Desentralisasi dari Universitas Paris 8 (2004) Prancis.  Kini  bekerja sebagai penulis lepas dan penerjemah.  Telah menerbitkan 2 novel ‘Place Monge’ dan ‘Sesiang Terakhir’ serta 1 kumpulan puisi Bilingual ‘hampir aku tetapi bukan.’ Tahun 2012, ia menjadi penyair keliling dalam Festival Pernyair International Indonesia. Editor buku Menolak Hukuman Mati, Perspektif Intelektual Muda (2015).

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resinsi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Baca Juga:  Hidupku Sederhana dan Kau Adalah Roh dalam Tubuh Puisi

Loading...

Terpopuler