Terbaru

Puisi Perjuangan Muhammad Ali di Arena Tinju dan Kehidupan

Obituari
Fast-talking Ali offensively labelled Frazier an ‘Uncle Tom’ due to the support he got from white conservatives (Foto mail online)

NUSANTARANEWS.COMuhammad Ali dikenal oleh dunia sebagai petinju yang juga penyair. Sebagai petinju, Muhammad Ali memulai kariernya sebagaimana sosok Cassius Clay yang berpenampilan sombong, yang suka bersajak atau membaca puisi dan menulis puisi-puisi renungan atau refleksi tentang dirinya. Seorang budayawan Iwan Nurdaya Djafar menyebutnya sebagai puisi Tinju.

Lama Surya Das pernah menulis dalam bukunya, Awakening to the Sacred, Menggapai Kedalaman Rohani dalam Kegalauan Hidup Sehari-hari (1999), bahwa Muhammad Ali ketika masih remaha, slogannya adalah “Aku yang terbesar”. Beberapa tahun yang lalu, sebagai orang sudah tua dan lebih bijaksana, Muhammad Ali diminta menyampaikan sebuah puisi secara spontanitas. Ia mengatakan, “Aku, Kita.”

“Lihat betapa padat dan luasnya syair ini. Lihatlah apa yang idkatakan kedua kata ini. Inilah pukulan one-two nyata yang tidak melukai siapa pun tetapi mengagungkan setiap orang. Menurut saya inilah yang terbesar,” tambah Lama Surya Das menegaskan penilaiannya.

Sebagai petinju legendaris dunia, Muhammad Ali juga identik dengan sisi kemanusiaan yang tinggi terhadap sesama. Selain menjadi relawan, ia menunjukkan kepeduliannya terhadap perjuangan masyarakat kulit hitam yang masih merasakan diskriminasi di era 1970-an. Dan tidak sedikit dari perjuangan Muhammad Ali baik di atas ring maupun di kehidupan nyata dijelmakan ke dalam bait-bait puisi yang menyentuh pembacanya.

Baca Juga:  Wilson Lalengke: Menjelang Natal dan Akhir Tahun, Kewaspadaan Perlu Ditingkatkan

Berikut beberapa puisi Muhammad Ali:

Aku yang Terbesar

Clay menyatakan diri untuk menghadapi Liston
Dan Liston mulai mundur
Pabila Liston mundur lebih jauh lagi
Dia akan berakhir di kursi pinggir gelanggang
Clay mengayunkan tangan kiri
Clay mengayunkan tangan kanan
Saksikanlah Cassius nan muda
Memenangi pertandingan tinju
Liston terus menerus mundur
Namun tak cukup ruang di sana
Tinggal persoalan waktu
Sebelum Clay menurunkan ledakan
Kini Clay mengayunkan tangan kanan
Satu ayunan nan indah nian
Dan pukulan menyebabkan beruang itu
Meninggalkan gelanggang
Liston masih tegak
Dan  sang wasit mengerutkan dahi
Karena dia tak memulai hitungan
Sampai Sonny turun ke bawah
Kini Sonny lenyap dari pandangan
Kerumunan itu kalut
Tapi di luar stasiun radar menangkap dirinya
Di manapun dia di atas Atlantik
Yang akan berpikir
Ketika mereka menonton pertandingan tinju
Karena mereka menyaksikan peluncuran
Satelit manusia
Ya kerumunan itu tak bermimpi
Saat mereka korbankan uang mereka
Karena akan mereka lihat
Gerhana total Sonny.
Akulah yang Terbesar!

Puisi “Aku yang Terbesar” berjudul asli “I am the Greatest”. Ditulis oleh Ali tanggal 25 Februari 1964 ketika dia masih memakai nama (Cassius Marcellus) Clay. Puisi itu ditulis tepat sebelum bertanding tinju melawan Sonny Liston. Jadi isinya tentang bagaimana dia akan memukul Liston.

Baca Juga:  Iran Beli 5 Pesawat Komersial

Selanjutnya Muhammad Ali kembali membacakan puisinya pada tahun 1971. Puisi yang dibacakan berjudul “Freedom – Better Now” atau “Kebebasan – Kebenaran” yang bercerita tentang kerusuhan di penjara Attica, New York. Sepasang puisi ini dibaca ketika ia tampil dalam acara wawancara di salah satu stasiun televisi di Irlandia. Edisi bahasa Indonesianya terdapat dalam buku ‘Muhammad Ali Sang Juara’ terbitan Rose Group, 1977, seperti dikutip detikcom, Senin (6/6/2016):

Kebebasan

Kebebasan itu lebih baik
Daripada berada dalam ketenangan semu
Yang mengantar saya dalam kehancuran
Secara perlahan, hingga akhir hayatku nanti

Kebebasan jauh lebih indah
Daripada segala tangisan dan jeritan
Atau berada dalam suatu kebobrokan

Biarlah saya mati sebagai Orang Hitam
Daripada harus mati karena serangan jantung
Atau mati karena kekurangan ganja

Mati karena kebebasan
Jauh lebih mulia
Bertahan melawan musuh kebebasan
Jauh lebih baik daripada melarikan diri

Kebebasan.
Jauh lebih baik daripada kehinaan
Atau berada di suatu tempat
Dihancurkan oleh segala kebobrokan dan kepedihan

Kebebasan….
Jauh lebih baik dari pada mati
Mati konyol
Sebagai korban keterkungkungan

Kebebasan..
Lebih indah dari kebusukan penjara
Aku pilih kebebasan
Daripada mati busuk sendiri

Demi kebebasan
Lebih baik sekarang saya nyatakan perang
Di saat darahku masih mendidih
Ketimbang kemudian hari, amarah hilang karena tuanya usia

Lebih baik saya mati
Daripada saya berjuang untuk Amerika
Menciptakan kedamaian semu

Saya bersungguh-sungguh
Saya ingin mati menuntut kebenaran
Di saat aku masih muda belia

Lebih baik sekarang daripada nanti
Sekarang, dimana tidak ada kekhawatiran maut
Kendati esok fajar masih menyingsing

Kebenaran

Kebenaran.. berwajah cerah
Bermata kemilau
Kebenaran….selalu berkumandang
Mengangkat mukanya

Jiwa kebenaran selalu teguh
Berjalan harus ke depan
Kebenaran tak punya kekhawatiran atau kebimbangan

Kata-kata kebenaran mengesankan
Suara kebenaran menyentil dalam
Hukum kebenaran sederhana
Semua yang Anda tanam, akan Anda pungut hasilnya

Semangat kebenaran bernyala-nyala
Hati kebenaran meluap-luap
Pikiran kebenaran leluasa
Dan tabah menghadapi segala rintangan

Kenyataan-kenyataan adalah bayangan kebenaran
Kebenaran mengatasi segala kejahatan
Perjuangan hidup itu agung
Dan kebenaran akan selalu menang

Elijah Muhammad adalah teladan kebenaran
Kebijaksanaan adalah tongkatnya
Bulan sabit adalah tanda kebenaran
Dan Tuhan adalah kebenaran itu sendiri

Napas kebenaran itu kekal
Keabadian adalah masa lampau nya
Kebenaran itu akan ada selamanya
Dan kebenaran itu kekal

(Selendang)

Related Posts

1 of 2