Connect with us

Budaya / Seni

Puisi Muhamad Kusuma Gotansyah

Published

on

Bom Bunuh Diri di Pesta Pernikahan Turki. Foto: Dok. CNN

Puisi Muhamad Kusuma Gotansyah

LIHAT ITU JALAN RAYA

Lihat itu jalan raya
Kendaraan dan karbon monoksida
Sekarang sudah lewat pukul lima
Ingatkah kau ketika kita sebagian dari mereka?

Kau membenci makan malam di mobil
Kau membenci kemacetan yang membuat tubuhmu nihil
Seketika kau melupakan hatimu yang menyimpan riang anak-anak kecil
Ketika hujan datang, kau merasakannya sebagai bara yang diterjunkan para ababil

Bebunyian di masjid hanyalah sebagian dari bising senja
Seperti mereka, kita diperangkap malapetaka
Sambil menoleh keluar kaca jendela mobil, kau berkata
“Apakah di ujung sana terdapat surga?”

Loading...

Bagiku pertanyaanmu itu lucu
Mana mungkin aku tahu
Aku hanya bebunyian di atas jalan raya yang semu
Sekejap lagi akan lenyap bersama zaman, seperti dirimu

2017

SELAMAT, ANDA MELEDAK

Dasar mercun kurang kerjaan
Lihat jariku ini putus lagi
Apakah kau tak takut kena marah ibu?
Bukankah kita telah berikrar agar bersahabat?

Dari abang-abang tepi jalan aku menjumpaimu
Sendirian dan menjadi barang haram favorit
Bagiku yang anak kecil, kau bagai ekstasi di malam hari
Dosa apa yang akan kita perbuat hari ini, sahabat?

Tetapi tunggu sebentar
Aku lupa kalau kita tak seharusnya bergandengan
Maafkan aku, kita perlu berpisah
Ini, ambil tangan kananku, oleh-oleh untukmu di alam sana

Selamat meledak!

2017

PENGUMUMAN: WAKTU HILANG

Waktu terlalu bisu untuk kita tangkap
Sembunyi di jarum-jarum arloji
Berkeliaran di tepian kenangan
Menjelma abu bersama api yang turun ketika kita terlelap

Namun kali ini ia bukan sekadar sulit ditangkap
Waktu benar-benar hilang
Arlojiku mati, jam dindingku terbakar
Kalenderku koyak, Bumiku tak berputar

Pembaca yang budiman, bantu aku cari waktu
Ia anak yatim piatu, tidakkah kau merasa kasihan?
Dan juga, sebentar lagi hari raya
Carilah ia, tanpanya segala berlalu begitu cepat

Baca Juga:  Mencipta Mesin Waktu

2017

Muhamad Kusuma Gotansyah, Seorang gitaris muda penggemar jazz kelahiran Tangerang yang berambisi untuk membuka mata dunia dengan musiknya. Penampilan debutnya adalah di selamatan sunat anak tetangga.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: redaksi@nusantaranews.co atau selendang14@gmail.com.

Loading...

Terpopuler