Connect with us

Budaya / Seni

Puan, Bocah Kembar itu Melihat Kamu

Published

on

Puan, Bocah Kembar itu Melihat Kamu. (Ilustrasi: tommy mclaughlin/ NUSANTARANEWS.CO)

Puan, Bocah Kembar itu Melihat Kamu. (Ilustrasi: tommy mclaughlin/ NUSANTARANEWS.CO)

Puisi Umi Uswatun Hasanah

Bocah Kembar Itu

Bocah kembar itu menangis
bapaknya tak becus ganti lekas
celana yang habis kena pipis

Bocah kembar itu merajuk
bapaknya tak becus mengepang
rambut

Bocah kembar itu geram
bapaknya tak becus masak;
air digoreng
gorengan berair

Loading...

Bocah kembar itu tak punya
ibu yang sehat
ibu bocah kembar itu
matanya empat

Bocah kembar itu
tak punya ibu

“Ibu, bapak butuh uang untuk
membeli susu.”

Purbalingga, 1 Maret 2018

Di

Kau tinggalkan luka di
pecahan kaca
Sketsa masalalu berdesakan di
sana.

Matamu ada di
mataku
Mereka saling buru sampai di
jalan yang buntu

Mata dan kaca beradu di
ujung ajal yang terjal

Lama-lama mata kita tinggal di
kuburan masal

Sebelum luka ditinggalkan
hatiku buta
duluan.

 

(Baca: Penyembuhan Luka Lalumu di Ambang Pilu)

Koma

Aku bercumbu dengan
puisi yang bertanda koma

Tiba-tiba sadarku hilang
lantaran puisiku koma

‘Haram hukumnya
bercumbu dengan
puisi yang tak kusetubuhi
sepanjang siang.’

Purbalingga, 26 Februari 2018.

Melihat Kamu

Aku tidak ingin seperti
minggu lalu

Hari ini aku ingin
melihat dewa-dewa disembah
para biksu mendiami biara
umat Kristen upacara dengan khusuk

Dan
menyaksikanmu jadi imam besar di
masjid agung itu.

Purbalingga, 3 Maret 2018.

Puan

Lampu-lampu kutelan
Rindu tuan kukubur dalam
Tuan sebutku puan yang
jahanam.

Purbalingga, 26 Februari 2018

Umi Uswatun Hasanah, sedang kuliah di IAIN Purwokerto prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Aktif di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Saka.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: redaksi@nusantaranews.co atau selendang14@gmail.com

Baca Juga:  Perusahan Bahan Baku Karpet dari Italia Rambah Indonesia
Loading...

Terpopuler