Connect with us

Rubrika

PTKIN se-Kalimantan Gelar Borneo Undergraduate Academic Forum

Published

on

PTKIN se-Kalimantan Gelar Borneo Undergraduate Academic Forum. (Foto Dok. Istimewa/NUSANTARANEWS.CO)

PTKIN se-Kalimantan Gelar Borneo Undergraduate Academic Forum. (Foto Dok. Istimewa/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Samarinda — Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Kalimantan menggelar Borneo Undergraduate Academic Forum (BUAF) ke-4 di Kampus IAIN Samarinda pada 13-15 Oktober 2019.

Kegiatan BUAF dibuka Rektor IAIN Samarinda Ilyasin. Dalam sambutannya Ilyasin mengatakan Borneo Undergraduate Academic Forum menjadi momentum para mahasiswa mengasah daya intelektualnya melalui karya-karya yang telah ditulisnya.

“Saya bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa PTKI tidak hanya se-Kalimantan, tetapi juga berapa kampus PTKIN lain di wilayah Indonesia yang telah mengambil bagian dalam forum akadmis ini,” kata Ilyasin dikutip, Rabu (16/10/2019).

Baca Juga: Tiga PTKIN Dinominasikan Calon Tuan Rumah PIONIR X 2021

Dirinya menuturkan BUAF diselenggarakan sebagai forum akademik tingkat regional PTKI se-Kalimantan, tetapi kualitas penyelenggaraan tidak kalah dengan forum-forum ilmiah di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pembicara tamu yang hadir yang rata-rata bertaraf internasional dan tema-tema yang diangkat merupakan tema yang mencerminkan kepedulian global dan tantangan kekinian”.

Kegiatan forum akademik bergengsi di kalangan mahasiswa PTKI se-Kalimantan ini dihadiri sejumlah intelektual ternama, seperti Nyi Nyi Kyaw dari Institut of Shoutheast Asian Studies Yusof Ishaq Institut Singapura, Prof. Dr. Mujiburrohman, Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Nurhaidi, Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, dan Ruchman Basori Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan mewakili Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Tampil sebagai Keynote Space Nurhaidi Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta dengan membawakan tema Kajian Keislaman Kontemporer dan Tantangan Globalisasi di Era Millenial. Menurutnya saat ini kajian-kajian keislaman semakin menarik dan diminati oleh banyak kalangan juga kaum muda di Indonesia.

Baca Juga:  Pengusaha Ekspor Perikanan Diminta Cermati Aturan SIMP

“BUAF ini sangat menarik dan penting untuk kalangan mahasiswa yang rata-rata di usia millenial dan saya sangat apresiatif digelarnya forum ini,” ujar Nurhaidi.

Dilihat dari perkembangan buku-buku keislaman yang muncul lanjut Nurhaidi, kini dapat dipetakan menjadi lima, yaitu wacana tentang jihadis, ikhwanul muslimin, salafi, dan muslim kontemporer.

Pewarta: Romadhon

Terpopuler