Connect with us

Kesehatan

PT. Tanjung Odi Fokus Terhadap Kesehatan Karyawan

Published

on

PT. Tanjung Odi fokus terhadap kesehatan karyawan.

PT. Tanjung Odi fokus terhadap kesehatan karyawan. Aktifitas produksi PT Tanjung Odi dihentikan sementara sejak Selasa kemarin hingga 14 hari ke depan.

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – PT. Tanjung Odi fokus terhadap kesehatan karyawan. Dalam rangka menjaga kesehatan karyawan Ketua Pelaksana Wadah Sehat Kabupaten Sumenep dr. A. Hamid Nawawi memastikan bahwa PT Tanjung Odi akan segera fokus melakukan tes swab terhadap para karyawan. Tes dengan mesin PCR (polymerase chain reaction) tersebut diprioritaskan pada karyawan yang sebelumnya sudah mengikuti rapid test.

“Sesuai petunjuk Bupati Sumenep, kami akan mendahulukan tes swab terhadap 160 (bukan 168) karyawan yang sebelumnya sudah di-rapid test dan hasilnya reaktif,” ucap Hamid dalam keterangan kepada awak media di Sumenep, Rabu, 24 Juni 2020

Hamid Nawawi menyampaikan bahwa kegiatan tes swab sebagai respons atas keputusan Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim sebagai  Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep terkait penghentian sementara aktifitas produksi PT Tanjung Odi sejak Selasa kemarin hingga 14 hari ke depan.

Hamid menjelaskan penghentian sementara aktifitas pabrik diputuskan oleh Bupati bersama Forkopimda setempat. Keputusan diambil setelah Satgas Covid-19 melakukan ‘tracing’ terhadap karyawan PT Tanjung Odi yang sedang diistirahatkan karena alasan kesehatan. Dari sampel 20 orang yang dilakukan tes swab, menurut Tim Satgas, 9 orang terkonfirmasi positif terpapar corona.

Untuk itu sebagai wujud kesungguhan perusahaan dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19, Hamid Nawawi menegaskan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah sesuai arahan Bupati. Rapid test itu sendiri sudah merupakan upaya perusahaan untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi karyawan.

“Kegiatan pencegahan terhadap penyebaran covid-19 sudah dilakukan salah satunya rapid test dan dilanjutkan tes swab kepada karyawan yang dinyatakan reaktif,” ucap Hamid

Baca Juga:  Kemenkominfo Bakal Denda Rp 1 M Penyebar Hoaks, Siapa Pertama Kali Kena?

Sementara Pjs. Kepala Seksi Personalia dan General Affair PT Tanjung Odi Ricky Cahyo mengatakan, keputusan mengistirahatkan pekerja yang tidak sehat telah dilakukan pasca libur Lebaran. Jelasnya, dua hari menjelang pabrik berproduksi kembali (setelah libur), yakni pada 3-4 Juni, perusahaan telah melakukan rapid test terhadap semua karyawan yang akan masuk kerja.

Rapid test terhadap 1.900-an karyawan itu dilakukan sesuai surat bupati yang disampaikan ke perusahaan menjelang Lebaran.

“Karyawan yang hasil tesnya reaktif, apalagi positif, dilarang masuk area pabrik dan harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,” ujarnya.

Lebih jauh, Ricky menjelaskan jika ditemukan ada pekerja yang tidak sehat, langsung dilakukan pemeriksaan lanjutan. Mereka difasilitasi untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik. Selama ini pihak perusahaan sudah melakukan protokol kesehatan yang anjurkan pemerintah. (md)

Loading...

Terpopuler