Berita UtamaHot TopicHukumTerbaru

PT. BNP Bayar Utang Pajak Rp 14 Miliar

PT. BNP Bayar Utang Pajak Rp 14 Miliar
PT BNP bayar utang pajak Rp 14 miliar/Foto: Kapal CS NEX saat diamankan oleh pihak Bakamla Indonesia di sekitar kepulauan Anambas, Kepulauan Riau pada 6 Desember 2021.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – PT BNP bayar utang pajak Rp 14 miliar. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara terus menerus dan konsisten melakukan upaya penagihan pajak terhadap para penanggung pajak untuk melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak. Berkaca dari hal tersebut, DJP berharap kepada semua wajib pajak agar selalu memenuhi kewajiban perpajakan dengan baik untuk menghindari sanksi administratif dan/atau pidana perpajakan.

Dalam kasus penagihan pajak atas aset milik PT. BNP (Dalam Pailit), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (21/7) menyatakan telah menghapus catatan sita atas Kapal CS NEX setelah dilakukan pelunasan utang pajak sebesar Rp14 miliar sebagaimana yang tercantum dalam Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan (SPMP).

“Dengan demikian, catatan sita atas aset berupa Kapal CS NEX dihapuskan dan tidak ditindaklanjuti dengan tindakan lelang aset sitaan,” tulis DJP.

Baca Juga:  Satgasus Hitam Putih, Supremasi Hukum, dan Main Hakim Sendiri

Lebih lanjut dinyatakan bahwa PT. BNP (Dalam Pailit) yang kini peran wajib pajaknya diwakili oleh Kurator telah melakukan pelunasan utang pajak senilai dasar sita pajak. Tidak hanya itu, salah satu Penanggung Pajak PT. BNP (Dalam Pailit) juga menyerahkan kepemilikan aset milik pribadi sebagai jaminan pembayaran utang pajak yang masih tersisa.

DJP juga menjelaskan bahwa utang pajak PT. BNP (Dalam Pailit) yang masih tersisa kini sedang diselesaikan oleh Kurator berdasarkan harta dalam bundel pailit. Apabila harta dalam bundel pailit dinyatakan oleh Kurator tidak cukup untuk membayar utang pajak maka tindakan penagihan pajak terhadap utang pajak PT. BNP (Dalam Pailit) akan dilanjutkan kepada Penanggung Pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.

Seperti telah diberitakan, Kapal CS NEX diamankan oleh pihak Bakamla Indonesia di sekitar kepulauan Anambas, Kepulauan Riau pada 6 Desember 2021. Menurut pihak DJP Kapal CS NEX tidak diperkenankan beroperasi karena belum membayar pajak sebesar Rp33 miliar. (Red)

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

No Content Available