Connect with us

Politik

PSI Tuding Konsep Ekonomi Prabowo Sosialis-Komunisme

Published

on

Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. (FOTO: Istimewa)

Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. (FOTO: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rizal Calvary Marimbo menilai konsep ekonomi Calon Presiden Prabowo Subianto semakin mengarah ke sosialis-komunisme. Berbagai tawaran program ekonomi capres nomor 2 tersebut semakin beraroma ke kiri-kirian.

“Konsep teranyar yang beliau tawarkan adalah menyetop impor secara paripurna. Artinya, di bawah Prabowo, Indonesia siap-siap menuju kearah negara tertutup sama sekali. Jangan dianggap enteng. Ini berbahaya. Ini sebuah semangat atau roh ke arah sosialis-komunisme,” ujar Rizal melalui keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Baca juga: PSI Sebut Prabowo-Sandi Pelaku Usaha dan Ekonomi Kebodohan

Baca juga: PSI: Jangan-jangan Tim Ekonomi Prabowo-Sandi Bodoh-bodoh

Baca juga: PSI Sebut Prabowo Sosok Tempramental

Rizal mengatakan, dari rentetan pandangan Prabowo soal ekonomi bangsa belakangan ini terbaca Prabowo tidak terlalu peduli dengan ekonomi pasar. Prabowo juga tampaknya juga terus mendorong program-program bernuansa sosialis.

“Misalnya beliau mengobral subsidi di hampir semua sektor. Terakhir, Prabowo ingin setop impor sama-sekali,” ujarnya.

Baca juga:
Dalam 3 Bulan, Pemerintah Impor Beras 1 Juta Ton
Februari 2018 Ekspor Jagung 57.650 Ton, November Impor 100 Ribu Ton
Presiden Jokowi Mendukung Kebijakan Impor Garam Industri
Indonesia Masih Impor Kedelai, Kodim Nganjuk Siap Dampingi Petani
Kemendag Memberikan Izin Impor Gula Rafinasi Sebanyak 1,8 Juta Ton

Negara gagal

Rizal mengatakan, sebab menjadi negara tertutup, sejumlah negara mengalami kebangkrutan dan produktifitasnya sangat rendah meskipun negara itu kaya akan sumber daya alam.

“Misalnya Venezuela memiliki cadangan minyak bumi sebesar 297 miliar barel. Sementara, Arab Saudi hanya punya 265 miliar barel. Karena negara tertutup dan memanjakan warganya dengan rupa-rupa subsidi akhrinya bangkrut, menjadi negara gagal. Pemerintah menyubsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) secara paripurna. Harga BBM di sana perna mencapai US$ 1 sen per liter. Sekitar Rp 140 per liter. Lebih murah dari sebutir permen Relaxa. Saat ini, Venezuela masuk dalam jajaran negara termiskin sedunia,” katanya.

Baca juga: Jubir Sandi: Dulu Janji Stop Impor Pangan, Jokowi Bohongi Rakyat

Dia mengatakan, untuk bisa bertahan mustahil ekonomi suatu negara benar-benar bebas dari impor. Sebab tak satu negara pun di muka bumi ini yang mampu memenuhi atau mampu melakukan self sufficiency untuk dirinya sendiri.

“Sebab itu, ekspor dan impor itu sesuatu yang tak terelakan. Karena mungkin itu adalah kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi oleh negara lain dan tidak tersedia atau tidak cukup di negaranya sendiri,” ucapnya.

Baca juga: Belajar Dari Revolusioner Venezuela, Hugo Chavez

Baca juga: Standar Ganda Sanksi AS Terhadap Venezuela

(gdn/anm/bya)

Editor: Gendon Wibisono

Advertisement

Terpopuler