Hukum

Proyek Rehab SMPN 9 Purwakarta Diduga Asal-asalan, Disdik Segera Tegur Pemborong

proyek rehab sekolah, rehab sekolah, smpn 9 purwakarta, rehab sekolah smpn 9 purwakarta, dinas pendidikan purwakarta,
Proyek baja ringan di SMPN 9 Purwakarta yang diduga asal-asalan. (Foto: Fuljo P/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Purwakarta – Dinas Pendidikan Purwakarta segera menegur dan meminta keterangan pihak pemborong proyek rehab sekolah SMPN 9 Purwakarta yang diduga dikerjakan secara asal-asalan. Pemborong diduga menggunakan materian baja ringan yang kualitasnya tidak standar dalam pengerjaan proyek tersebut, bahkan tak sedikit media yang menyorot di lokasi tak ada papan proyek yang terpasang.

Menurut Dinas Pendidikan Purwakarta, pihak pemborong bernama Sepullah. “Adanya aduan dari media selaku kontrol sosial kami merasa terbantu terima kasih, kami akan segera menegur pihak pemborong dan akan koordinasi dengan pengawas Cipta karya,” ujar Kabid Rudi pada media, Senin (28/5).

Kabid Rudi menjelaskan pada tahun 2018 ini proyek fisik sekolah tercantum ada sebanyak 10 sekolah tingkat SMP dan 11 sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) yang sedang mendapatkan bantuan fisik dari anggaran APBD Purwakarta dengan pagu anggaran Rp 180 juta.

“Termasuk SMPN 9 yang sedang dikerjakan, bilamana pihak pemborong tidak memakai material yang sesuai itu juga dikenai sanksi nanti bisa dicek setelah adanya audit pihak berwenang,” papar Rudi.

Baca Juga:  Kata Advokat Yunasril Yuzar Soal Solusi Final Net89

Sementara itu ditemui di lokasi proyek Kepala Sekolah SMPN 9 Purwakarta Haerudin Syam mengaku tidak tahu-menahu soal pagu anggaran proyek yang sedang dikerjakan di sekolahnya tersebut.

“Maaf saya hanya mengajukan rehab sebanyak tiga kelas sekolah ke pihak Disdik soal pagu anggaran dan pemborong saya tidak menahu,” ujarnya.

Namun pihak sekolah meminta kepada pihak pemborong supaya proyek rehab sekolah yang meliputi yakni atap genteng diganti baja ringan, plapon, pintu, jendela dan lainnya ini berharap di kerjakan secara aman dan selesai tepat waktu tidak ada kendala.

“Saya hanya bisa berharap pada pemborong tolong dikerjakan dengan sebaik-baiknya sehingga hasilnya memuaskan jangan sampai kecewa terlebih lagi jadi masalah serta tepat waktu karena mau dipakai pembelajaran tahun ajaran baru,” harap Haerudin.

Sedangkan sampai berita ini diturunkan pihak pemborong bernama Saepulah belum bisa dikonfirmasi dan nomor ponselnya pun tiba-tiba tidak aktif lagi. (fuljo/red/nn)

Editor: Banyu Asqalani

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 7,270