EkonomiLintas Nusa

Protes Kondisi Pasar Tradisional, Masyarakat Jualan Sayur di DPRD Sumenep

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Aksi protes dari masyarakat sumenep terhadap kondisi pasar tradisional yang dinilai kumuh dilakukan oleh sejumlah masyarakat dengan cara berjualan sayuran di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, Kamis (8/2/2018).

Dalam aksinya mereka para masyarakat membawa beberapa sayuran berupa kangkung, bayam, jagung dan pisang dengan membuka lapak didalam Gedung DPRD Sumenep. Mereka berjualan sayuran layaknya pedagang di pasar-pasar tradisional.

Menurut Zainuri salah satu penjual sayur di parlemen tersebut mengatakan, pasar tradisional yang menjadi janjung perekonomian masyarakat sumenep jauh dari perhatian pemerintah daerah, baik dari eksekutif maupun legislatif.

Dia mengaku aksi ini sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah daerah karena pasar tradisioanal yang ada di Kabupaten Sumenep minim fasilitas, aksi ini mewakili ratusan pedang yang ada dipasar tradisional.

Masyarakat berjualan sayur di Gedung DPRD Sumenep Madura sebagai wujud protes pasar tradisional yang tidak dikelola. (Foto: Mahdi Alhabib/NusantaraNews)
Masyarakat berjualan sayur di Gedung DPRD Sumenep Madura sebagai wujud protes pasar tradisional yang tidak dikelola. (Foto: Mahdi Alhabib/NusantaraNews)

“Kita coba lihat pasar pasar tradisional yang ada di Kecamatan kondisinya sangat memperihatinkan. Kondisiny semraut, saat hujan becek, apalagi tidak tersedianya MCK,” bebernya.

Baca Juga:  Kabupaten Sumenep Terima Penghargaan WTP, Bupati Fauzi: Mari Berpikir Kebaikan Sumenep ke Depan

Zainuri juga menambahkan, pasar Anom Sumenep, pasar terbesar masyarakat sumenep kondisinya becek, sampah berserakan di mana-mana dan bahu menyengat, sehingga sering dikeluhkan pengunjung dan pedagang.

“Maka dari itu saya berharap kepada pemerintah sumenep jangan tutup mata. Karena pasar tradisional jantung perekonomi masyarakat sumenep. Jika pasar tidak ditata dengan baik maka nanti para pembeli lebih tertarik belanja ke pasar modern,” katanya.

Sementara Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Bambang Prayogi menyayangkan terhadap aksi yang dilakukan oleh masyarakat. Sebab menurutnya pihaknya tidak tahu tujuannya, Apalagi tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

“Kita bingung, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Jika tujuannya ingin menyampaikan aspirasi lebih baik langsung ke komisi II saja,” harapnya

Menurut politisi PDIP tersebut sebaiknya apa yang menjadi titik permasalahan disampaikan secara baik baik, aspirasi yang dibawa akan diidentifikasi pokok persoalannya, apa lagi menyangkut pasar tradisional.

“Tunjukkan pasar yang mana apa yang dikelola pemerintah, desa, atau swasta. Sehingga jelas akar permasalahannya,” terangnya.

Baca Juga:  Jalan Sehat se-Indonesia, Golkar Pecahkan Rekor Muri

Pewarta: Mahdi Alhabib
Editor: M. Yahya S

Related Posts

1 of 38