Connect with us

Lintas Nusa

Program PMMD Memberikan Dampak Positif Bagi Pemuda Desa Margokaton

Published

on

Program pemuda mandiri membangun desa (PMMD) yang dicanangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun 2017. Foto: Istimewa

NUSANTARANEWS.CO, Yogyakarta – Program pemuda mandiri membangun desa (PMMD) yang dicanangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun 2017 telah mendekati tahap akhir. Rencananya, Desember ini seluruh laporan pertanggungjawaban dapat terkumpul.

Program ini dilaksanakan di sepuluh Propinsi dan melibatkan 1.500 kader pemuda mandiri. Salah satu daerah yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menempatkan 150 kader pemuda mandiri. Setiap kader telah memiliki lokasi pelaksanaan yang didasarkan pengajuan dan surat tugas dari Kemenpora melalui Asisten Deputi Bidang Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda. Salah satu kader PMMD Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Suntono yang menempatkan programnya di Desa Margokaton, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman.

“Alasan saya menempatkan di Margokaton adalah potensi pemudanya yang cukup progresif dan memiliki ide-ide pembangunan desa yang sangat kreatif,” ujar Suntono ketika menghadiri penutupan rangkaian program PMMD Margokaton, Senin (11/12).

Program pemuda mandiri membangun desa (PMMD) yang dicanangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun 2017. Foto: Istimewa

Program pemuda mandiri membangun desa (PMMD) yang dicanangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun 2017. Foto: Istimewa

Program PMMD sendiri melingkupi lima bidang di antaranya kepemimpinan, kepeloporan, kesukarelawanan, peningkatan kapasitas, kearifan lokal, dan giat olahraga. Di Margokaton, program PMMD dimulai dengan peningkatan kapasitas berupa pelatihan budidaya jamur tiram yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat desa Margokaton, khususnya golongan pemuda. Pelatihan jamur tiram tersebut, yang juga menjadi ajang pembukaan program PMMD di Margokaton, dihadiri langsung oleh kepala desa Margokaton Moh Nawazi. Dan dalam sambutannya, Moh Nawazi menyatakan mendukung penuh pelaksanaan program PMMD di desa Margokaton.

Untuk melaksanakan program PMMD, Suntono melakukan kerjasama dengan Karang Taruna “Muda Katon Sembada” Desa Margokaton yang diketuai oleh Syaifudin sekaligus bertindak sebagai penanggung jawab pelaksanaan program.

Baca Juga:  SK Pembekuan PSSI dicabut
Loading...

Syaifudin menyatakan bahwa pelaksanaan program ini mengikuti apa yang sudah direncanakan dalam proposal kader PMMD.

“Kami di desa sebagai pelaksana. Acuannya sudah ada dari pusat yang didistribusikan melalui kader PMMD. Di Margokaton, kegiatan kita bagi menjadi lima bagian sesuai dengan bidang yang sudah tertera dalam surat tugas dari Kemenpora. Bentuk kegiatannya meliputi pelatihan jamur tiram, pelatihan kepemimpinan, pembinaan dan apresiasi seni, giat olahraga dalam bentuk gowes, dan kesukarelawanan yang kita laksanakan dalam wujud penggalangan dana dan tanggap bencana untuk daerah Gunung Kidul, tepatnya di Kecamatan Semanu,” kata Syaifudin dalam acara penutupan PMMD Margokaton.

Program pemuda mandiri membangun desa (PMMD) yang dicanangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun 2017. Foto: Istimewa

Program pemuda mandiri membangun desa (PMMD) yang dicanangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun 2017. Foto: Istimewa

Menurutnya, pemuda desa sangat merasakan dampak positif dari program PMMD. Dengan hadirnya PMMD dapat menjadi sebuah jawaban sebagai wujud kehadiran pemerintah untuk menangani kenakalan remaja, penyakit masyarakat, dan juga bahaya penyalahgunaan narkoba. Menurut Syaifudin, program ini mampu memberikan dampak secara signifikan bagi pembangunan karakter pemuda desa.

Di akhir sesi penutupan tersebut, semua pihak bersepakat bahwa program PMMD harus dicanangkan kembali untuk tahun 2018 bahkan diperluas. Secara khusus kader PMMD DIY, Suntono, menyatakan harapannya program ini akan masuk agenda Kemenpora pada tahun 2018.

“Saya berharap program ini lanjut dan diperluas. Saya akan berjuang agar Margokaton bias ketempatan lagi. Karena dalam pandangan kami, pelaksanaan PMMD 2017 di Margokaton telah bias melebihi ekspektasi kami sebagai kader,” kata Suntono. (red)

Editor: Redaktur

Loading...

Jurnalis dan editor di Nusantara News, researcher lepas. | life is struggle and like in silence |

Terpopuler