Connect with us

Gaya Hidup

Program Magister Agroekoteknologi FP Unimal Latih Komunitas Gayo Pecinta Anggrek

Published

on

Program Magister Agroekoteknologi FP Unimal latih Komunitas Gayo Pecinta Anggrek.

Program Magister Agroekoteknologi FP Unimal latih Komunitas Gayo Pecinta Anggrek.

NUSANTARANEWS.CO, Aceh – Program Magister Agroekoteknologi FP Unimal latih Komunitas Gayo Pecinta Anggrek. Dosen Program Magister Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Unimal melatih ketrampilan teknologi kultur jaringan tanaman anggrek skala rumah tangga bagi Komunitas Gayo Anggrek Gayo di Takengon pada hari Sabtu (28/11).

Kegiatan ini merupakan penjabaran dari visi misi Unimal yang menaruh perhatian besar untuk meningkatkan potensi dan sumber daya lokal Aceh. Ada dua bentuk kegiatan utama yang akan dilakukan yaitu penyuluhan dan praktek perkecambahan biji anggrek teknik kultur jaringan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Ismadi yang didampingi oleh Dr. Nasruddin dan Dr. Rd Selvy Handayani serta melibatkan dua orang mahasiswa Program Magister Agroekoteknologi, yakni Nasrun Liwanza, S. P. dan Sajadah, S. P. serta mahasiswa-mahasiswa Program Sarjana Agroekoteknologi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Tengah Ibu Puan Ratna, Ibu Asmawiyah, A.Md.Keb selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Tengah, Bapak Harun Monzala, S. E., M. M selaku Asisten II Aceh Tengah yang juga sebagai Pembina Komunitas Gayo Pencinta Anggrek, Bapak H. Juanda, S. P. selaku Kepala Dinas Pangan Aceh Tengah, dan juga Komunitas Gayo Pencinta Anggrek.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah mengungkapkan bahwa komunitas ini berjumlah 50 orang yang terbentuk sejak tahun 2015. Harapannya budidaya anggrek dapat dilakukan langsung oleh kelompok tani dengan mengedapankan peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan kultur jaringan anggrek skala rumah tangga karena mudah untuk dilakukan.

“Kegiatan seperti ini sangat perlu dilakukan guna melatih dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, kata Kadis yang mengharapkan kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan pada masa-masa yang akan datang.

Baca Juga:  Demontrasi Mahasiswa UIR Dinilai Membawa Semangat Baru Untuk Bersikap Kritis

Bapak Harun Monzala selaku pembina Komunitas Gayo Pecinta Anggrek berharap agar kegiatan ini dapat berlanjut hingga nanti ditemukan anggrek yang dapat didaftarkan sebagai Anggrek Gayo ke Kementerian Pertanian.

Pecinta anggrek memerlukan pelatihan budidaya sehingga para petani nanti bisa mampu memperbanyak sendiri. “Pengembangan melalui kultur jaringan skala rumah tangga menjadi alternatif dalam budidaya anggrek dan diharapkan dapat menemukan spesies gayo,” sambungnya.

Sementara itu, Ibu Puan Ratna berharap agar anggrek gayo terus dilestarikan sehingga tidak punah atau dicuri sumberdaya plasma nutfah oleh pihak lain. Anggrek itu harus bisa dijual ke pihak luar karena saat ini masih banyak yang didatangkan dari luar sehingga dapat meningkatkan potensi lokal dan ekonomi masyarakat.

Pada kesempatan ini juga dilakukan pengukuhan ibu Barirah Madeni, S.K. M.M. Kes sebagai Ketua Komunitas Gayo Pecinta Anggrek periode 2021-2024 oleh ibu Puan Ratna.

Dr. Ismadi berharap agar terjadi peningkatan ketrampilan pecinta anggrek dalam hal budidaya kedepannya terutama tentang budidaya dan perbanyakan anggrek secara modern dengan cara teknik kultur jaringan skala rumah tangga.

“Keberhasilan program kegiatan ini akan meningkatkan keragaman tanaman anggrek melalui perbanyakan biji anggrek dari hasil persilangan,” tuturnya.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tetap dilakukan meskipun kegiatan pelatihan telah selesai. Pendampingan dilanjutkan secara daring berupa diskusi online tentang hasil pelatihan ataupun dapat berupa komunikasi via telpon, whatshap, email, dan sebagainya.

“Semoga apa yang sudah dipelajari melalui pelatihan dapat diterapkan dan bermanfaat dan Aceh Tengah bisa menjadi penghasil anggrek dari sumber daya alam lokalnya, tambah Dr. Nasruddin penuh keyakinan. (M2)

Loading...

Terpopuler