Connect with us

Rubrika

PRKP Sumenep Optimis Bebas Banjir, Pembangunan Penanggulanan Capai 40 Persen

Published

on

Bambang Iriyanto Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Perumahan Rakyat, Kawasan Permukimam, (PRKP dan Cipta Karya) Sumenep. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Danial Kafi)

Bambang Iriyanto Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Perumahan Rakyat, Kawasan Permukimam, (PRKP dan Cipta Karya) Sumenep. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Danial Kafi)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Perumahan Rakyat, Kawasan Permukimam, (PRKP dan Cipta Karya) Sumenep optimis bebes banjir. Proyek penanggulangan bencana banjir yang di anggarkan sebesar 7 Miliar saat ini sudah dalam proses pengerjaan.

Diketahui proses pengerjaannya sudah mencapai 40% dan diperkirakan selesai di bulan November.

Bambang Iriyanto Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Perumahan Rakyat, Kawasan Permukimam, dan Cipta Karya (PRKP dan Cipta Karya) Sumenep menyatakan anggaran 7 miliar untuk penanggulangan bencana banjir tersebut dibagi menjadi empat paket.

Empat paket tersebut sudah dalam tahap pengerjaan dan anggarannya berbeda-beda ada yang 4 miliar 1,6 miliar, 900 juta dan 800 juta.

“Sesuai laporan pekerjaannya sudah mencapai 40% dan akan segera selesai dalam waktu dekat,” kata Bambang saat ditemui media ini di kantornya, Senin (21/5/2018).

Harapannya kedepan dengan besarnya anggaran yang sudah di keluarkan nantinya setimpal dengan hasil yang didapatkan, dalam artian Kabupaten Sumenep nantinya terbebas dari yang namanya bencana banjir.

“Semoga kedepan kabupaten sumenep benar-benar bebas dari banjir,” katanya.

Lanjut Bambang program proritas menaggulangan banjir dilakukan daerah Kota Sumenep, karena di jantung kota setiap tahun menjadi langganan banjir. Diharapkan dengan membangunan drainase dari jalan kartini menuju kali patrean dapat menjadi solusi penanggulangan banjir. Serta pembuatan kolam detensi juga menjadi solusi agar Kota Sumenep bebas banjir

“Program ini bagian dari ikhtiar kami di Dinas PRKP & Cipta Karya untuk Kota Sumenep bebas banjir,” katanya

Tak lupa Bambang mengatakan ada dua pemyebab terjadinya banjir di Sumenep, Pertama, perubahan gaya hidup masyarakat. Hal itu menjadi permasalahan utama persoalan banjir. Kedua, kebiasaan membuang sampah sembarangan sehingga berdampak menumpuknya sampah saat hujan turun, serta gaya konstruksi bangunan juga berpengaruh.

“Kesadaran bersama sangat penting untuk menjaga lingkungan kita agar jauh dari banjir,” harap Bambang.

Pewarta: Danial Kafi
Editor: Alya Karen

Komentar

Continue Reading
Advertisement

Terpopuler