Connect with us

Politik

Presidium GMNI: Gerakan Mahasiswa Tak Boleh Tergiur Ambisi Politik Sesaat

Published

on

Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Chrisman Damanik. Foto: suaragarudanews.com
Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Chrisman Damanik. Foto: suaragarudanews.com

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Chrisman Damanik menyayangkan banyaknya eks aktivis 98 yang sudah mendapatkan kekuasaan dan menjadi elit politik, malah terjerat berbagai macam skandal, salah satunya adalah Korupsi.

Menurut Chrisman, aktivis pergerakan punya mandat sejarah untuk tetap berjuang di garis kepentingan rakyat, baik masih sebagai mahasiwa, maupun sebagai elit politik yang duduk di singgasana kekuasaan.

“Gerakan mahasiswa harus tetap setia pada tujuan dan cita-cita gerakan yaitu memperjuangkan kepentingan rakyat dan mengkritik setiap kebijakan dari penyelenggara negara yang tidak pro terhadap kepentingan rakyat,” ujarnya di Jakarta, Senin, (15/5/2017).

Chrisman mengatakan, tantangan yang sedang di hadapi oleh gerakan mahasiswa adalah, nalar pragmatisme gerakan. “Pragmatisme gerakan saat ini menjadi penyakit bagi sikap kritisisme mahasiswa yang harus dilawan,” katanya

Ia menambahkan jika persoalan lain yang sedang dihadapi gerakan mahasiswa saat ini adalah belum mampu menemukan musuh bersama seperti halnya 65 dan 98. Tapi Sejatinya bagi GMNI, upaya untuk mengganggu dan merongrong ideologi pancasila, itulah sebenarnya musuh gerakan mahasiswa.

Dalam mengawal jalannya reformasi, gerakan mahasiswa harus kritis terhadap sistem yang menindas. “Gerakan mahasiswa harus kembali ke khittah perjuangan gerakan, tidak boleh lari dari semangat berjuang untuk kepentingan rakyat. Tidak boleh tergiur oleh ambisi politik sesaat yang sesat,” pungkasnya.

Pewarta: Ucok al Ayubi
Editor: Achmad Sulaiman

Terpopuler