Connect with us

Berita Utama

Presiden Trump: AS Akan Bertindak Lebih Konfrontatif Terhadap Iran

Published

on

ILustrasi Konfrontasi AS-Iran

NUSANTARANEWS.CO – Beberapa waktu lalu, Presiden Donald Trump melancarkan retorika baru terhadap Iran terkait kesepakatan nuklir yang dianggap cacat, serta menuduh Korps Garda Revolusioner Islam Iran (Islamic Revolutionary Guards Corp/IGRC) sebagai organisasi teroris.

Terkait dengan retorika AS, Perancis merasa prihatin dengan mengklasifikasi IRGC sebagai kelompok teroris, di mana hal itu dapat memperburuk ketegangan di wilayah tersebut. Jerman juga khawatir dengan sikap Trump yang akan memutuskan bahwa Iran tidak menghormati kesepakatan nuklir, yang dinegosiasikan di bawah pendahulunya Barack Obama.

Seperti diketahui, dalam pidato pertamanya di depan Majelis Umum PBB, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan nuklir Iran itu adalah sebuah transaksi terburuk yang pernah dilakukan oleh Amerika Serikat.

Padahal kesepakatan nuklir Iran dinilai sebagai hal penting untuk mencegah perlombaan senjata Timur Tengah dan mengurangi ketegangan regional, karena dapat membatasi kemampuan Iran untuk memperkaya uranium bagi bahan bakar nuklir dengan imbalan  pencabutan sanksi ekonomi. Inspektur pengawas nuklir PBB  telah berulang kali menyatakan bahwa Iran mematuhi persyaratan kesepakatan nuklir.

Musuh bebuyutan Iran, Arab Saudi langsung memuji kebijakan garis keras Donald Trump terhadap Iran. Hal tersebut, terungkap ketika Raja Saudi Salman bin Adulaziz Al Saud berbicara dengan Presiden AS Donald Trump melalui telpon, demikian dilaporkan oleh media setempat pada hari minggu.

Loading...

Menurut saluran Al Arabiya, Raja Salman juga menggaris bawahi bahwa pemerintah AS mengakui adanya ancaman yang datang dari Iran, dan menekankan perlunya tindakan bersama guna melawan terorisme, dan Trump menyebut bahwa Iran sebagai sponsor utamanya

Media tersebut juga melaporkan bahwa Presiden Trump, sangat berterima kasih kepada Raja Salman atas dukungannya dan menekankan bahwa Amerika Serikat siap untuk bekerja sama dengan sekutunya guna menciptakan perdamaian dan keamanan di dunia.

Baca Juga:  Indonesia-Arab Saudi Harus Cari Solusi Redam Konflik di Negara-Negara Muslim dan Terorisme

Seperti diketahui, pada hari Jumat, Presiden Trump mengumumkan bahwa pemerintah AS menolak “kepatuhan” Iran dalam Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), dan menganggap kesepakatan nuklir Iran itu cacat. Trump juga menyampaikan bahwa AS akan bertindak lebih ketat dan lebih konfrontatif terhadap Iran. (Banyu)

Loading...

Terpopuler