Berita UtamaMancanegaraTerbaru

Presiden Rusia Vladimir Putin Mendarat di Ibu Kota Iran

Presiden Rusia Vladimir Putin mendarat di Ibu Kota Iran
Presiden Rusia Vladimir Putin mendarat di Ibu Kota Iran/Foto: Tasnim News.

NUSANTARANEWS.CO, Teheran – Pada hari Selasa, Presiden Rusia Vladimir Putin mendarat di Ibu Kota Iran, Teheran, untuk melakukan pertemuan trilateral tingkat tinggi bersama Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Putin melakukan perjalanan ke luar negeri untuk kedua kalinya sejak menggelar operasi militer khusus di Ukraina.

Pertemuan tingkat tinggi itu digelar beberpa hari setelah lawatan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ke Timur Tengah untuk pertama kalinya dalam kepresidenannya.

Menurut ajudan Kremlin Yury Ushakov, Putin, Presiden Iran Ebrahim Raisi, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan mengeluarkan pernyataan bersama setelah pertemuan mereka.

Selain itu, Putin kemungkinan besar juga akan memberi tahu rekan-rekannya dari Iran dan Turki tentang “operasi militer khusus” Rusia di Ukraina dan akan membahasnya bersama.

KTT ini adalah yang pertama diselenggarakan oleh Presiden Raisi sejak ia menjabat tahun lalu sebagai langkah untuk mengakhiri satu dekade lebih Perang Suriah yang terus berkecamuk hingga hari ini.

Baca Juga:  Pakar Sebut Aturan Mengenai Robot Trading Masih Belum Jelas

Seperti diketahui, Iran, Rusia, dan Turki adalah tiga negara penjamin proses perdamaian Astana, yang bertujuan untuk memulihkan perdamaian, stabilitas, dan kedaulatan Suriah.

Ketiga negara tersebut terlibat dalam Perang Suriah – dimana Iran dan Rusia mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad sementara Turki mendukung pasukan pemberontak.

Menjelang pertemuan puncak trilateral, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah bertemu Presiden Erdogan. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Khamenei memperingatkan Erdogan bahwa langkah operasi militer Turki di Suriah Utara akan merugikan kawasan dan menyerukan agar masalah tersebut diselesaikan melalui dialog antara Ankara, Damaskus, Moskow dan Teheran. Dalam konferensi pers bersama, Presiden Erdogan mengatakan bahwa kelompok milisi Kurdi telah menyebabkan “masalah besar” bagi Iran dan Turki. (AS)

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts