Connect with us

Headline

Presiden Jokowi Tidak Patuhi Kontrak Politik dengan Rakyat

Published

on

Presiden Joko Widodo/R.K Lovely's photos
Presiden Joko Widodo/R.K Lovely's photos

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memiliki “kontrak politik” dengan rakyat. Kontrak politik tersebut ialah Nawacita yang wajib hukumnya untuk dipenuhi sebagai pemimpin sebuah negara bangsa.

Mantan Aktivis 98 Forum Komunikasi Mahasiswa Jakarta (FKSMJ) Lutfi Nasution, menegaskan bahwa perhatian dan kinerja pemerintahn Jokowi-JK beserta kabinet kerjanya harus fokus pada suksesnya implementasi program Nawacita yang menghadirkan negara dalam keseluruhan aspek kehidupan masyarakat.

Simak: Dua Tahun Nawacita; INDEF Sebut Daya Saing Indonesia Dalam Bahaya

“Nawacita sendiri disusun dengan latar belakang adanya Tiga Problem Pokok Bangsa yaitu; Ancaman Terhadap Wibawa Negara, Kelemahan Sendi Perekonomian Bangsa, Intoleransi dan Krisis Kepribadian Bangsa,” kata Lutfi dalam konfirmasinya kepada Nusantaranews.co, Jumat (9/6/2017).

Lutfi mengatakan bahwa, “98 Indonesia” yang terdiri dari Aktivis 98 lintas profesi setelah melalui rangkaian diskusi dan refleksi panjang kemudian memutuskan dan menilai bahwa, pemerintahan Jokowi sudah sangat jauh menyimpang dari “kontrak politik” yang telah dibuatnya sendiri.

“Tiga tahun masa pemerintahan Tiga Problem Pokok Bangsa bukan hanya tidak menunjukkan arah perbaikan, justru semakin mundur dari kondisi sebelum tahun 2014” terang Lutfi.

Pewarta/Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler