Presiden Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng, Agusdono: Keputusan Tepat

Presiden Jokowi larang ekspor minyak goreng, Agusdono: Keputusan tepat
Presiden Jokowi larang ekspor minyak goreng, Agusdono: Keputusan tepat

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Anggota Komisi B DPRD Jatim Agusdono Wibawanto mengatakan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah yang mengeluarkan larangan untuk ekspor minyak goreng. Pasalnya, saat ini di Indonesia khususnya di Jatim harga minyak goreng masih tinggi dan beberapa daerah di Jatim mengalami kelangkaan.

“Saat ramadhan ini sejumlah daerah mengalami kenaikan harga dan kelangkaan. Lebih baik pemenuhan dalam neger dulu diprioritasnya daripada di eksport keluar negeri,”jelas politis Partai Demokrat ini saat dikonfirmasi, Minggu (24/4).

Pria kelahiran Malang ini mengatakan alas an pemerintah melakukan larangan ekspor diberlakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri terpenuhi. Pasalnya, beberapa waktu lalu ketersediaan produk minyak goreng sempat langka di pasaran.

“Lebih baik ketersediaan melimpah daripada mengalami kelangkaan. Bagi saya keputusan tersebut sudah tepat,” jelasnya.

Sekedar diketahui, Presiden Joko Widodo resmi mengeluarkan kebijakan larangan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) serta produk minyak goreng. Penutupan keran ekspor ini mulai akan berlaku pada Kamis, 28 April mendatang.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), ekspor olahan CPO Indonesia pada 2021 meningkat 21,8% menjadi 25,7 juta ton dibandingkan dengan 2020 yang hanya 21,1 juta ton.

Berdasarkan data BPS volume ekspor ke China sepanjang 2021 meningkat 7,12% menjadi 4,7 juta ton setara 17,55 dari total volume ekspor Indonesia. Sementara itu volume ekspor CPO ke Amerika Serikat melonjak 45,96% menjadi 1,64 juta ton.

Ekspor CPO ke Bangladesh juga melejit 27,75% menjadi 1,3 juta ton, sedangkan volume ekspor tetangga Bangladesh, Pakistan, meningkat 6,7% menjadi 2,66 juta ton. Sementara itu, ekspor ke Mesir tembus 1 juta ton setelah ada peningkatan volume sebesar 6,64% sepanjang tahun 2021.

Indonesia sendiri merupakan produsen CPO nomor satu di dunia. Berdasarkan data GAPKI, sepanjang 2022, Indonesia telah mengekspor 33,674 juta ton CPO dan produk turunannya.

Adapun rinciannya, yakni 2,482 juta ton dalam bentuk CPO dan 25,482 juta ton dalam bentuk olahan CPO.(setya)