Connect with us

Politik

Presiden Jokowi Dinilai Telah Menasbihkan Diri Sebagai Penganut Paham Neoliberal

Published

on

Presiden Joko Widodo. FOto: Dok. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Politisi GERINDRA DPD DKI Jakarta Bastian P Simanjuntak menegaskan pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi tentang kekayaan alam Indonesia, menasbihkan dirinya sebagai penganut paham neoliberal.

“Pernyataan Jokowi sekaligus menasbihkan dirinya sebagai penganut paham neoliberal dan tidak menjunjung tinggi konstitusi. Barangkali kalau yang menyatakan demikian rakyat atau sebuah organisasi akan dianggap makar. Tapi karena yang menyatakan demikian Presiden maka tidak dianggap makar,” tegas Bastian dalam siaran pers yang diterima NusantaraNews.co, Rabu (7/2/3018) malam.

“Kita semua tahu bahwa SDA kita secara de jure milik Indonesia akan tetapi secara de facto dikuasai kapitalis mancanegara dan konglomerat nonpribumi yang sudah mencengkamkan kukunya sejak dulu,” imbuhnya.

Sebelumnya, saat memberi arahan di acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa, 6 Februari 2018, Jokowi mengatakan masyarakat Indonesia terlalu membanggakan kekayaan sumber daya alam sehingga abai meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Sikap seperti itu menurut Jokowi bisa membuat malas dan melemahkan daya juang. Kekayaan SDA, lanjutnya, tidak bisa menjamin kesejahteraan dan kesuksesan sebuah bangsa. Mensyukuri anugerah SDA yang diberikan Tuhan, sudah seharusnya. Namun jangan termakan pernyataan yang menyebut SDA menjamin kesejahteraan.

“Lihat saja bahwa negara yang maju justru alamnya keras dan tidak subur, tidak punya tambang, minyak, dan gas,” kata Jokowi.

Bastian P Simanjuntak menilai pernyataan Jokowi telah mengabaikan pasal 33 UUD 45 sekaligus bukti bahwa ketidakpedulian Jokowi pada Sumber Daya Alam (SDA) yang mengakibatkan SDA kita sangat mudah dikuasai Asing.

“Padahal dengan bangga pada kekayaan alam maka anak negeri akan menjaganya bukan bermalasan sebagaimana tuduhan Jokowi dalam argumennya tersebut,” tegasnya.

“Jokowi tampak menutup mata dan telinga, negara-negara maju bukan hanya SDM yang hebat akan tetapi mereka jelas bangga dengan SDA nya sehingga pengelola dari luar harus patuh pada regulasi yang mereka buat bukan seperti Indonesia,” imbuh Bastian.

Bagi Bastian, tealitas tersebut yang ditutupi Jokowi sehingga mengarahkan kita untuk tidak bangga pada kekayaan alam kita. Harus diingat bahwa amanat pasal 33 UUD 45 “bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

“Jelas Jokowi telah melenceng dari konstitusi sekaligus rakyat Indonesia,” tegas Presiden Gerakan Pribumi Indonesia itu.

Pewarta/Editor: Achmad S

Advertisement
Advertisement

Terpopuler