Connect with us

Politik

Presiden Disarankan Minta Pertimbangan Lembaga Negara Dalam Memilih Menteri

Published

on

Presiden Jokowi. (Foto Dok. Sekpres)

Presiden Disarankan Minta Pertimbangan Lembaga Negara Dalam Memilih Menteri. (Foto Dok. Sekpres)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Peneliti Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hukum (Puskapkum), Ferdian Andi menyarankan kepada Presiden Joko Widodo untuk meminta pertimbangan dari sejumlah lembaga negara dalam memutuskan memilih menteri. Hal ini guna melihat jejak rekam para calon menteri khususnya mengenai integritas mereka

“Calon pembantu presiden harus dipastikan sosok yang tidak tersandera persoalan masa lalunya. Pertimbangan dari KPK dan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) dapat dijadikan bahan rujukan bagi Presiden,” ungkap Ferdian Andi dalam keterangannya dikutip Rabu (16/10/2019).

Menurut Andi langkah tersebut penting untuk melihat integritas calon menteri apakah ia terindikasi terlibat dalam kasus korupsi atau pencucian uang sebagainya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Terbitkan Perpres Berbahasa Indonesia di Forum Dunia

Pada tataran yang sama lanjut dia, Presiden juga dapat meminta bahan dari BNPT terkait jejak rekam kandidat menteri. Apakah ia terpapar paham yang bertentangan ideologi Pancasila atau tidak. Termasuk Presiden juga dapat meminta bahan dari BNN apakah calon menteri memiliki riwayat penyalahgunaan narkotika atau tidak.

“Meminta pertimbangan dari lembaga-lembaga negara terkait jejak rekam semestinya dapat dijadikan tradisi yang baik untuk memastikan calon pembantu Presiden bersih lahir dan batin,” jelasnya

Kendati tidak ada atribusi yang konkret bagi Presiden untuk meminta pertimbangan terhadap lembaga-lembaga tersebut, namun secara normatif, keberadaan berbagai peraturan perundang-undangan yang terkait dengan lembaga KPK, PPATK, BNPT dan BNN merupakan bentuk perlawanan negara terhadap tindak kejahatan korupsi, pencucian uang, terorisme dan narkotika.

“Dengan demikian, sudah seharusnya Presiden memastikan para calon pembantunya bersih dari berbagai persoalan yang menjadi musuh negara itu,” tandasnya.

Baca Juga:  Sebanyak 7.800 Rokok Ilegal Disita Polres Sumenep

Pewarta: Romadhon

Terpopuler